BERITA UTAMA

3 Pengedar Sabu dan Ganja Disikat Tim Sapu Jagat Satresnarkoba Polres Pessel

0
×

3 Pengedar Sabu dan Ganja Disikat Tim Sapu Jagat Satresnarkoba Polres Pessel

Sebarkan artikel ini
Opsnal Sapu Jagat Sat Narkoba Polres Pessel
Tiga pengedar sabu dan ganja ditangkap Tim Opsnal Sapu Jagat Satresnarkoba Polres Pessel di dua tempat berbeda yaitu kawasan Kecamatan Sutera dan Kecamatan Batang Kapas, Selasa malam (5/10).

PESSEL, METRO–Tiga pengedar sabu dan ganja ditangkap Tim Opsnal Sapu Jagat Satresnarkoba Polres Pessel di dua tempat berbeda yaitu kawasan Kecamatan Su­tera dan Kecamatan Batang Kapas, Selasa malam (5/10).

Kapolres Pesisir Selatan AKBP Sri Wibo­wo ­me­lalui Kasat Narkoba Polres Pessel AKP Hidup Mu­lia mengatakan, pelaku pertama yang ditangkap merupakan pelaku D (27) pada pukul 19.00 WIB di Kecamatan Sutera dengan barang bukti satu paket sabu ukuran kecil.

“Usai menangkap pelaku pertama, anggota kem­bali melakukan pe­ngem­bangan. Pada pukul 21.00 WIB, diamankan pelaku ID (16) berstatus pelajar di Kampung Limau Sundai, Kenagarian IV Koto Hilie, Kecamatan Batang Kapas,” ungkap AKP Hidup Mulia, Rabu (6/10).

Baca Juga  Satu lagi Pasien Covid-19 di Sumbar Meninggal, Total sudah 37 Orang, Positif 1.257 Kasus, Sembuh 854

Ditambahkan AKP Hi­dup Mulia, dari penangkapan pelaku D, pihaknya menemukan barang bukti satu paket kecil ganja yang dibungkus plastik warna biru. Ketika diinterogasi, pelaku pun mengaku kalau mendapatkan ganja tersebut dari pelaku K (42).

“Pada pukul 22.00 WIB, kita bergerak ke rumah pelaku K yang bekerja sebagai nelayan di Kampung Taluak Ujuang Batu, Kena­garian Taluak Keca­ma­tan ­Batang Kapas. Barang Bukti yang kita sita berupa satu paket Kecil kecil ganja dan satu set alat hisap sabu alias bong,” jelas AKP Hi­dup Mulia.

Baca Juga  Membandel, Pesta Pernikahan Dibubarkan Paksa

Ditegaskan AKP Hidup Mulia, setelah seluruh ba­rang bukti diamankan, ketiga pelaku selanjutnya dibawa ke Mapolres Pessel untuk diproses hukum. Selain itu, pihaknya masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringannya.

“Harapan kami tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemerintah mari bersama-sama kita memerangi narkoba ini tidak bisa kita narkoba ini sudah masuk ke nagari-nagari, tidak bisa kami saja memberantas penyadaran, edukasi melalui pendidikan dan agama serta adat budaya kita, lakukan pengawasan setiap kita dan berikan informasi kepada kami,” pungkasnya. (rio)