PADANG, METRO–Sebanyak 105 personel Satbrimob Polda Sumatra Barat (Sumbar) dikirim ke Kabupaten Yakuhimo, Papua pascaterjadinya perang antarsuku. Ratusan personel ini dilepas Wakapolda Sumbar, Brigjen Edi Mardianto, Selasa (5/10) malam.
“Penggeseran pasukan Satbrimob Polda Sumbar untuk BKO ke Polda Papua. Untuk membantu pengamanan di Kabupaten Yakuhimo,” kata Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto, Rabu (6/10).
Satake Bayu mengatakan, satu pasukan satuan setingkat kompi Satbrimob yang dikirim ini sesuai Surat Telegram Kapolri (STR) Nomor:STR/933/X/OPS.4.5/2021 tanggal 4 Oktober 2021.
“Kita belum tahu sampai kapan ratusan personel ini bertugas di Papua. Berapa lamanya itu tergantung bagaimana perkembangan kondisi di Kabupaten Yakuhimo,” pungkas Kombes Pol Satake Bayu.
Sebelumnya, tewasnya mantan Bupati Yahukimo, Abock Busup menjadi isu liar. Kabar beredar menyebutkan dia tewas dibunuh. Akibatnya, terjadi penyerangan terhadap masyarakat Suku Yali oleh kelompok Suku Kimyal di Dekai, ibu kota Kabupaten Yahukimo pada Minggu (3/10).
Penyerangan berlangsung sporadis dengan senjata tajam, busur panah dan parang. Akibatnya, 6 orang dilaporkan meninggal, dan 41 lainnya luka-luka. 52 orang ditangkap untuk menjalani proses pemeriksaan.
Kabidhumas Polda Papua Kombespol A.M. Kamal menyebutkan, penyerangan tersebut diduga dilakukan sekelompok masyarakat dari suku Kimyal. Sasarannya adalah masyarakat suku Yali. Dari enam orang yang meninggal dunia, Kamal menyebutkan, satu di antaranya merupakan terduga pelaku penyerangan.
Apa penyebab kerusuhan tersebut? Kamal menjelaskan, ada informasi yang menyesatkan terkait kematian mantan Bupati Yahukimo Abock Busup. Dari beberapa penyerang yang diinterogasi, mereka menduga Abock meninggal karena hal yang tidak wajar.
“Entah santet atau apalah itu,” ujarnya. Para penyerang yang merupakan pendukung Abock menuduh suku Yali berada di balik penyebab kematian mantan bupati tersebut. Saat ini penyelidikan masih terus dilakukan untuk mencegah kerusuhan membesar. “Kami berupaya keras menjaga keamanan Yahukimo,” tegasnya.
Kamal menjelaskan, sekitar seribu warga yang terdiri atas orang dewasa dan anak-anak kini mengungsi di Mapolres Yahukimo. Anggota TNI dan Polri kini melaksanakan patroli di tengah kota maupun pinggiran Dekai agar situasi kembali normal,” katanya.
Aksi penyerangan berawal pada pukul 12.45 WIT. Saat itu, sekelompok massa dengan menggunakan dua minibus mendatangi permukiman masyarakat suku Yali. Mereka langsung menyerang warga dengan menggunakan panah dan parang.
Personel Polres Yahukimo yang mendapat informasi tersebut langsung menuju TKP untuk menghalau massa. Sekitar pukul 13.00 WIT, kelompok massa tersebut berhasil dihalau. Mereka kemudian meninggalkan TKP dan beralih ke kompleks suku Yali di perumahan Telkomsel. Massa makin beringas. Mereka bahkan nekat membakar Hotel Nuri yang ditengarai ditempati warga suku Yali.
Pada pukul 13.30 WIT, Kapolres Yahukimo AKBP Deni Herdiana bersama 20 personel gabungan tiba di lokasi kejadian. Saat itu, massa penyerang telah bergerak melalui jalan setapak di belakang barak pemda lama Jalan Jenderal Sudirman. Mereka menuju kompleks Sekla Jalan Gunung. Di sana, mereka membakar beberapa rumah milik masyarakat suku Yali. Pukul 14.00 WIT, massa berhasil dihalau. Kapolres bersama personel gabungan mengevakuasi para korban ke RSUD Dekai.
Pasca-aksi tersebut, Polres Yahukimo berhasil mengamankan 52 orang yang diduga sebagai pelaku. Saat ini 52 orang tersebut dalam pemeriksaan intensif penyidik,” lanjut Kamal.
Dandim 1715/ Yahukimo Letkol Inf Christian Ireew menyampaikan bahwa situasi Yahukimo kini masuk siaga satu. Saya sudah koordinasi dengan Kapolres Yahukimo. Mereka lagi atasi kejadian tersebut. Situasi di Yahukimo saat ini rawan terkendali. Ada warga yang meninggal dan luka-luka serta rumah dibakar,” terangnya. (jpg/rgr)






