PADANG, METRO–Satreskrim Polresta Padang bakal menghentikan penyelidikan kasus dugaan penipuan yang menggunakan surat bertanda tangan Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah untuk meminta uang pembuatan buku. Hal itu disebabkan tidak ditemukan adanya unsur penipuan.
Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Rico Fernanda mengatakan, pihaknya sudah melaksanakan gelar perkara terkait kasus lima orang yang menggunakan surat bertanda tangan Gubernur Sumbar meminta sumbangan. Hasilnya, tidak ditemukan unsur pidana penipuan dalam kasus itu.
“Dalam penyelidikan kasus itu, kami hanya fokus terhadap laporan yaitu dugaan penipuan. Hanya saja, hasil gelar perkara dugaan penipuan itu tidak memenuhi unsur. Untuk itu, kami sudah berencana untuk menghentikan penyelidikannya,” ungkap Kompol Rico.
Menurut Kompol Rico, kelima orang berinisial D (46), DS (51), DM (36), MR (50) dan A (36) saat ini tidak lagi berada di Padang. Menurutnya, mereka sudah minta izin untuk kembali ke kampung halamannya. Namun jika sewaktu-waktu dibutuhkan, mereka bisa dipanggil kembali.
“Kita tidak bisa melarangnya karena dia bukan tersangka tapi baru dalam tahap saksi. Dia sudah minta izin dan bersedia datang lagi jika dibutuhkan. Kita juga sudah tahu alamat jelasnya,” ungkap Kompol Rico.
Kompol Rico menuturkan, wal-awal kasus dulu, mereka sempat diberlakukan wajib lapor ke Polresta Padang. Namun, dalam penyelidikan tidak ditemukan unsur penipuan karena surat yang mereka bawa adalah asli.
“Dulu memang sempat wajib lapor. Tapi karena kasusnya tidak ditemukan unsur penipuan, tidak lagi wajib lapor. Makanya kita tidak bisa melarang mereka mau ke mana,” pungkas Kompol Rico.
Diketahui, dalam kasus ini, pihak kepolisian menyita sedikitnya tiga kardus berisikan surat gubernur yang rencananya akan dibagikan. Sebelumnya, surat digunakan lima orang yang bukan merupakan pegawai Bappeda Sumbar.
Mereka berinisial Do (46), DS (51), Ag (36) MR (50) dan DM (36). Total uang yang telah masuk ke rekening pribadi salah seorang dari lima orang ini sebesar Rp 170 juta.
Ratusan juta itu dari hasil 21 surat yang telah dibagikan sebelumnya ke kampus, rumah sakit, dealer kendaraan hingga pengusaha di Kota Padang. Rencana tiga kardus surat lainnya akan dibagikan ke wilayah Sumbar.
Seperti diketahui, surat tertanggal 12 Mei 2021 bernomor 005/3904/V/Bappeda-2021 tersebut perihal penerbitan profil dan potensi Provinsi Sumatra Barat. Kop surat ditandatangani Mahyeldi Ansharullah.
Dalam surat menyebutkan dapat partisipasi dan kontribusi dalam mensponsori penyusunan dan penerbitan buku profil “Sumatera Barat Provinsi Madani, Unggul dan Berkelanjutan” dalam versi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris serta Bahasa Arab serta dalam bentuk soft copy. (rom)





