SOLOK, METRO–Mendorong pencapaian target pelaksanaan vaksinasi Covid -19, kegiatan vaksinasi diberikan kepada para pelajar di Kota Solok. Dalam kegiatan tesebut diharapkan angka partisipasi dan kesadaran pelajar dalam mengikuti vaksinasi meningkat.
Wakil Wali Kota Solok Rahmadhani langsung meninjau pelaksanaan vaksin bagi pelajar di SMKN 1 Kota Solok yang juga didampingi Kacabdin Disdik Provinsi Sumbar Isra A.
Dalam kesempatan itu Rahmadhani kembali mengungkapkan, vaksinasi bertujuan untuk tercapainya herd immunity (kekebalan kelompok). Maka vaksinasi penting dilaksanakan agar aktivitas masyarakat, proses belajar di sekolah kembali normal.
“Dengan pelaksanaan vaksinasi ini nantinya akan tumbuh herd immunity agar adik-adik dapat melaksanakan kegiatan PBM seperti biasa kembali di sekolah,” ujar Rahmadhani.
Tidak saja untuk kalangan pelajar, Pemko Solok terus mendorong percepatan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kota Solok. Bahkan, instansi terkait perintahkan untuk jemput bola ke tengah masyarakat.
Hal ini mengingat vaksinasi dosis pertama baru mencapai 30 persen dan dosis kedua masih 20 persen. “Vaksinasi Covid-19 harus meningkat, untuk itu petugas mesti jemput bola ke tengah masyarakat,” jelas Rahmadhani.
Untuk percepatan pelaksanaan vaksinasi, Satgas dan tim khusus nantinya akan berkoordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) serta pihak terkait. Oleh karena itu masyarakat tidak perlu khawatir dan termakan dengan berbagai isu hoaks atau bohong soal dampak vaksin . Secara medis, vaksinasi yang dilakukan aman bagi kesehatan.
Dikatakan Rahmadhani, dengan percepatan pelaksanaan vaksinasi, maka membuka ruang semakin cepat pula pulihnya kondisi daerah dan negara dari wabah Covid-19. Untuk itu, perlu dukungan semua lini.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Ardinal menyebutkan, Kota Solok telah mencapai angka 30 persen untuk dosis pertama dan 20 persen dosis kedua dalam vaksinasi Covid-19.
Selisih antara vaksin pertama dan kedua cukup jauh. Dalam artian, ada masyarakat yang hanya menjalani vaksinasi Covid-19 pada dosis pertama dan tidak menerima dosis kedua, sehingga vaksinasi tidak tuntas.
“Ini catatan penting bagi kita dan tentunya butuh kerja keras bagi Pemerintah Kota Solok dan pihak terkait untuk percepatan pelaksanaan vaksinasi dan penyeimbangan antara vaksinasi pertama dan kedua,” jelas Ardinal. (vko)






