BERITA UTAMA

Ratusan Kios di Pasar Bawah, Kota Bukittinggi Terbakar, Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran, Pemko Siapkan Tempat Penampungan

0
×

Ratusan Kios di Pasar Bawah, Kota Bukittinggi Terbakar, Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran, Pemko Siapkan Tempat Penampungan

Sebarkan artikel ini
KEBAKARAN— Pasar Bawah Kota Bukittinggi dilanda kebakaran pada Sabtu dini hari (11/9).

BUKITTINGGI,METRO–Kebakaran melanda Pasar Ba­wah Kota Bukittinggi, Sabtu dini hari (11/9)  sekitar pukul 02.30 WIB. Meski musibah itu tidak ada korban jiwa, namun 300 kios milik peda­gang ludes dilahap si jago merah dan bahkan menimbulkan kerugian mencapai Rp 2 miliar.

Saat kebakaran terjadi, banyak juga pemilik kios yang berdatangan ke lokasi dengan maksud menyelamatkan barang-barang dagangannya. Te­tapi, api dengan cepatnya membesar lantaran seba­gian besar lapak terbuat dari kayu. Saking besarnya api, delapan unit mobil pemadam milik Pemko Bu­kit­tinggi tak mampu me­madamkannya.

Damkar Bukittinggi pun meminta bantuan kepada daerah-daerah lain. 12 unit mobil pemadam dari ber­bagai daerah pun tiba di lokasi untuk membantu mem­percepat pema­da­man agar api tidak menye­bar ke seluruh bangunan yang ada di pasar tradisio­nal tersebut. Sekitar pukul 05.00 WIB, api pun berhasil dipadamkan.

Kepala Dinas Pema­dam Kebakaran (Damkar) Bukittinggi, Martius me­nga­takan, pihaknya men­da­patkan informasi dari Kadis Pasar, ada 300 lapak yang terbakar. Bangunan los yang terbakar itu terdiri atas los kelapa, ayam, dan rempah-rempah yang ra­ta-rata terbuat dari kayu mem­buat api dengan mu­dah menjalar.

“Kita mendapatkan in­for­masi tentang keba­karan itu dari masyarakat pada pukul 02.05 WIB. Kita lang­sung mengerahkan per­sonel dan delapan mobil pemadam kebakaran. Tapi, setibanya di lokasi, api sudah membesar,” ung­kap Martius.

Dijelaskan Martius, awal­­nya, ada delapan unit ken­daraan Damkar Bukit­tinggi yang dikerahkan. Namun, api sulit untuk dikendalikan sehingga Dam­­kar Bukittinggi pun me­­minta bantuan dari Dam­­­kar kabupaten/kota lain­­nya di Sumbar, sehing­ga api berhasil dipadam­kan setelah subuh.

“Bantuan dari luar Bu­kit­tinggi tersebut yaitu, satu unit dari Damkar Ka­bu­­paten Limapuluh Kota, satu unit dari Damkar Kota Payakumbuh, satu unit dari Damkar Kota Pariaman. Dua unit dari Damkar Ka­bu­paten Padang Pariaman, satu unit dari Damkar Kota Solok, satu unit dari Dam­kar Kabupaten Tanah Da­tar, dua unit dari Damkar Kota Padang Panjang, dan tiga unit dari Damkar Kabu­paten Agam,” ungkap Mar­tius.

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran

Kabid Humas Polda Sum­­bar, Kombes Pol Ste­fanus Satake Bayu Setianto mengatakan, kasus keba­karan ini sementara masih ditangani Polres Bukit­tinggi dan penyelidikan masih terus dilakukan untuk meng­­ungkap penyebab pasti kebakaran Pasar Ba­wah tersebut.

“Kita juga segera ber­koordinasi dengan Tim La­boratorium Forensik (Lab­for) Mabes Polri cabang Medan, Sumatra Utara dalam melakukan penyeli­dikan. Nanti untuk menen­tukan penyebab muncul­nya api, kami minta tolong dengan Labfor Medan,” kata Kombes Pol Satake Bayu.

Sementara, Kapolres Bukittinggi, AKBP Dodi Pra­wiranegara pihaknya belum bisa memastikan penyebab awal mula api. Kasus kebakaran ini masih dalam penyelidikan.

“Kami masih melaku­kan penyelidikan asal usul api. Ini masih dalam penye­lidikan. Lapak pedagang yang terbakar berukuran sekitar 50×30 meter per­segi. Kerugian dalam ke­bakaran tersebut ditaksir mencapai Rp2 mi­liar, de­ngan rincian kerugian ba­ngu­nan sekitar Rp1 miliar dan lapak-lapak Rp1 mi­liar,” ungkapnya.

Pemko Carikan Tempat Penampungan Sementara

Kebakaran sebagian los di Pasar Bawah, ten­tunya meninggalkan duka mendalam bagi ratusan pedagang, karena harus kehilangan kios dan barang dagangannya. Namun, Pem­ko Bukittinggi langsung gerak cepat, untuk segera mencari tempat penem­patan sementara pe­da­gang yang terdampak dari musibah ini.

Plt Kepala Dinas Kope­rasi UKM dan Perdagangan Bukittinggi, Isra Yonza, menjelaskan, diperkirakan, kebakaran hebat itu ber­dam­pak pada 300 peda­gang. Hal ini didasarkan pada banyaknya pedagang harian yang biasanya ber­jualan di lokasi tersebut.

“Informasi sementara, kebakaran menghangus­kan los maco, los telor, jalur penghubung, jalur hijau, gerbong satu dan gerbong dua. Dimana lokasi itu, di­perkirakan ditempati oleh 300 pedagang. Jadi kita hitung bukan berapa kios­nya, tapi berapa peda­gang­nya, karena ada peda­gang harian juga disana,” ujar Isra Yonza.

Isra Yonza menje­las­kan, saat ini pihaknya ma­sih terus melakukan pen­dataan terhadap jumlah pedagang yang terdampak musibah kebakaran. Selain itu, pihaknya akan berko­mu­nikasi dengan peda­gang yang terdampak ter­kait lokasi yang memung­kinkan.

 “Mudah-mudahan ada lokasi yang memang nya­man bagi pedagang tapi tidak mengganggu juga pe­nataan pasar secara keseluruhan. Untuk upaya sementara, Pemko Bukit­tinggi menyerahkan sepe­nuh­nya penyelidikan soal pen­yebab kebakaran ke­pada polisi,” pungkasnya.

Wako Minta Pem­bangu­nan Dimulai Hari ini

Pemerintah Kota (Pem­ko) Bukittinggi akan segera membangun kem­bali Pa­sar Bawah yang ter­bakar pada Sabtu (11/9/2021). Bahkan, hari ini, Minggu (12/9) pemko ber­sama para pedagang te­ngah melak­sanakan gotong royong (goro) bersama.

Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar meminta dan menginstruksikan, agar para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait mem­­percepat recovery pas­­ca-musibah. Bahkan, pihaknya bersama pada peda­gang bergerak cepat melaksanakan gotong ro­yong (goro) untuk pember­sihan.

“OPD terkait segera ambil peran dan besinergi untuk mempercepat recovery. Kita targetkan goro selesai hari ini, dan besok, Senin (13/9) proses pem­bangunan segera dimulai,” ujar Erman Safar, Minggu (12/9).

Sementara itu, Plt Asis­ten I Setdako sekaligus Plt Kadis Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kota Bukit­tinggi, Isra Yonza menye­but­kan, pelaksanaan goro kali ini mengamankan ba­rang-barang pedagang kor­ban dari pihak-pihak yang tidak berhak atau tidak berkepentingan.

“Kita meminta agar para pedagang memilah kembali dan menga­man­kan barang-barang yang dirasa masih bisa diman­faat­kan dengan bantuan apa­rat. Kita jaga dan aman­kan barang-barang peda­gang dari pihak yang tidak berhak atau berke­pen­tingan, selain itu kita kum­pulkan seluruh seng di satu tempat yang nantinya akan dijadikan pagar pem­ba­tas,” ujarnya. (pry)