AGAM, METRO–Bupati Agam meninjau pembuatan batik tulis Minang Tirai Ampek Angkek hasil produksi SMKN 1 Ampek Angkek, Selasa (7/9). Kedatangan orang nomor satu di Agam tersebut, disambut hangat Kepala SMKN 1 Ampek Angkek, Gusti Kamal, Camat Ampek Angkek, Yogi Astarian, Anggota DPRD Agam, wali nagari, dan lainnya.
Gusti Kamal mengatakan, batik tulis ini merupakan, salah satu bidang yang diajarkan di sekolahnya, yaitu bidang keahlian Kriya Kreatif Batik dan Tekstil. “Saat ini ada 6 orang pekerja tetap untuk membuat batik tulis tersebut, yang juga merupakan alumni SMKN 1 Ampek Angkek,” jelas Gusti.
Dikatakan, untuk menghasilkan satu kain batik tersebut, membutuhkan waktu 3 hari, tergantung banyaknya motif yang dibuat. “Motif yang kami fokuskan sekarang adalah motif Tirai Ampek Angkek, karena motif tersebut merupakan ciri khas dari Ampek Angkek,” jelas Gusti.
Namun, tambahnya, pihaknya juga masih membuat berbagai motif lainnya, menyesuaikan dengan selera pasar. Untuk satu helai kain batik tulis tersebut, pihaknya membandrol harga Rp300 hingga Rp500 ribu, sesuai dengan tingkat kesulitan, dan motif yang dibuat.
Sementara, Bupati Agam Andri Warman memberikan apresiasinya atas kegiatan yang dilakukan di SMKN 1 Ampek Angkek. Andri Warman berharap, agar SMKN 1 Ampek Angkek dapat bersinergi dengan Pemkab Agam dalam pemasaran berbagai produk yang dihasilkan.
Karena saat ini pihaknya berencana akan membuat suatu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di bidang pemasaran. Di mana nantinya produk-produk yang dihasilkan masyarakat, akan dibantu dipasarkan pemerintah melalu BUMD tersebut.
“Kita berharap, ke depan batik tulis ini dapat dan terus berkembang, serta bisa dijadikan sebagai pakaian seragam di lingkungan Pemkab Agam dan menjadi ciri khas di Kabupaten Agam,” harap bupati. (pry)





