PADANG, METRO–Lima unit toko dan satu rumah permanen yang berada di pinggir Jalan Adinegoro, RT 003 RW 001, Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang mengalami kebakaran pada Sabtu (4/9) sekitar pukul 15.00 WIB. Sontak saja, kejadian itu juga sempat menimbulkan kepanikan.
Meskipun belum diketahui penyebab pasti kebakaran ini, namun musibah yang terjadi dekat dengan perbatasan antara Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman menyebabkan kerugian materil hingga mencapai Rp 2 miliar. Pasalnya, seluruh bangunan beserta barang dagangan di dalam toko ludes terbakar.
Untuk memadamkan api, tiga daerah mengirimkan armada dan persnoelnya untuk bekerjasama dan berjibaku memadamkan api yang terdiri dari Damkar Kabupaten Padangpariaman tiga unit armada, satu unit armada Kota Pariaman, dan empat unit armada dari kota Padang.
Kabid Ops Damkar Kota Padang Basril mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi tentang kebakaran tersebut sekitar pukul 15.45 WIB. Dikatakan, awalnya pihaknya sedikit dilema terkait lokasi pasti lokasi kejadian apakah berada di kota Padang ataupun masuk Kabupaten Padangpariaman.
“Kebakaran tadi agak dilema dikit, ya, karena lokasinya di perbatasan Padang dengan Padangpariaman. Meski demikian, langsung diterjunkan satu unit armada kebakaran dari pos pemadam kebakaran di Kecamatan Koto Tangah ke lokasi kejadian,” ungkap Basril, Minggu (5/9).
Setelah memastikan laporan yang masuk, pihaknya baru mengetahui bahwa kejadian tersebut masuk wilayah Kota Padang. Karena api cukup besar, pihaknya lalu menambah armada pemadam kebakaran sebanyak tiga unit.
“Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman. Damkar Padang Pariaman menerjunkan tiga unit armadanya, dan Damkar Pariaman menerjunkan satu unit. Total, ada delapan unit armada yang berada di lokasi untuk memadamkan api. Jumlah total personel damkar yang diterjunkan berjumlah sekitar 100 orang,”imbuhnya.
Dilanjutkannya, Karena bangunan yang terbakar berada di tepi Jalan Adinegoro, kemacetan pun tidak bisa dielakkan. Polisi dan personel TNI pun turun mengatur lalu lintas. Dijelaskannya, ada lima toko dan satu unit rumah yang terbakar. Semua bangunan itu dimiliki oleh salah seorang warga atas nama Suratna Welis (78).
“Jenis tokonya adalah toko bangunan dan kedai-kedai yang lain. Toko itu semuanya aktif. Api cepat membesar karena di toko bangunan itu ada bahan-bahan bangunan yang mudah terbakar seperti tiner. Pemadaman berhasil dilakukan dalam dua jam. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,”tuturnya.
Terpisah, Kapolsek Koto Tangah AKP Afrino menjelaskan, kronologis kejadian berawal saat saksi bernama Adrianus (34) yang berada sekitar 25 meter dari TKP melihat ada gumpalan api dan asap tebal dari dalam salah satu toko.
“Yang mana salah satu toko tersebut adalah tempat praktek dokter gigi yang kebetulan belum membuka prakteknya. Melihat kejadian tersebut, saksi langsung mengambil air seadanya dengan menggunakan ember dan menyiramkan ke arah api tersebut,” katanya.
“Selanjutnya sambil menyiramkan air kearah api, saksi berteriak meminta bantuan tetangga dan warga sekitar, namun api tidak berhasil di padamkan dan dengan cepat api membesar hingga membakar 4 toko di sebelahnya serta api merambat ke satu rumah yg terletak di belakang 5 toko tersebut,” imbuhnya.
Mendengar teriakan saksi, warga langsung menghubungi pihak pemadam kebakaran, yang awalnya datang satu unit. Dikarenakan api terus membesar 7 unit mobil pemadam kebakaran di datangkan untuk memadamkan api tersebut.
“Dalam pemadaman api tersebut, total mobil pemadam kebakaran yang datang untuk ke TKP untuk memadamkan api ada sebanyak 8 unit mobil Damkar, terdiri dari 4 unit mobil Damkar Kota Padang, 3 unit Damkar Kabupaten Padang Pariaman, dan satu unit Damkar Kota Pariaman,”tuturnya.
Dikatakannya, sekitar Pukul 17.10 WIB api berhasil di padamkan dan tidak ada korban jiwa atas kejadian tersebut. “Setelah api dipadamkan Personil Polsek Koto memasang Police line dan untuk dilakukan penyelidikan mencari penyebab Kebakaran tersebut. Atas kejadian tersebut diperkirakan kerugian korban lebih kurang sekitar Rp 2 milyar,” tutupnya. (rom)






