SAWAHAN, METRO–Jika Kota Padang keluar dari status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) akan kembali dilaksanakan. Hal ini ditegaskan Wali Kota Padang, Hendri Septa usai menyampaikan APBD P Tahun Anggaran 2021 dalam sidang paripurna di DPRD Padang, Sabtu (4/9).
“Keluar dari PPKM Level 4 adalah keinginan kita bersama, dan juga menjawab keinginan dari orang tua agar Pemko Padang segera membuka sekolah tatap muka,” kata Wako Hendri Septa.
Ia menambahkan, jika sekolah tatap muka digelar, sistemnya akan sama dengan sebelumnya. Pelaksanaannya dilakukan selang-seling. “Sistemnya yakni 3 hari di rumah dan 3 hari di sekolah,” jelasnya.
Ia berharap (PPKM) yang akan berakhir pada 6 September ini tidak lagi diperpanjang. Wali Kota optimis PPKM Level 4 tidak diperpanjang di Kota Padang, mengingat kasus sembuh terus meningkat dan kasus masyarakat yang terpapar Covid-19 tidak lagi tinggi.
“Alhamdulillah, kasus sembuh sudah mengalami peningkatan. Begitu juga warga yang terpapar Covid-19 kini juga tidak terlalu tinggi,” ujarnya.
Beranjak dari kondisi itu, Hendri Septa berharap tanggal 6 September nanti, Kota Padang bisa keluar dari PPKM Level 4. ”Itu harapan kita. Namun semuanya tergantung dari keputusan pemerintah pusat. Dan kita terus memberikan laporan ke pusat,” jelas Hendri
Sebelumnya, Direktur RS Tamar Medical Centre (TMC) Pariaman Kol Purn dr Farhaan Abd sp THT -KL menekankan PTM dapat digelar ketika daerah tersebut sudah berada dilevel aman dalam hal pandemi Covid-19.
“Jangan memaksakan diri untuk membuka kembali PTM di saat Kota Padang masih berada di PPKM level 4. Kalau sudah berada di level 3 dan 2, PTM sudah bisa dilaksanakan, ucapnya.
Lebih lanjut, Kol Purn dr Farhaan Abd sp THT -KL menjelaskan, jika daerah-daerah yang sudah melaksanakan PTM, sebaiknya dibarengi dengan kesiapan pemerintah daerah khususnya rumah sakit dalam hal mengantisipasi jika terjadi kembali lonjakan Covid-19 akibat PTM yang tidak komitmen dalam hal penerepan prokes di sekolah.
“Rumah sakit apakah sudah siap jika terjadi lonjakan Covid-19. Seharusnya kesiapan ini yang harus dipersiapkan untuk mengantisipasi risiko ketika PTM kembali dilaksanakan,” tambahnya.
Kol Purn dr Farhaan Abd sp THT -KL menjelaskan juga proses PTM tidak hanya melakukan transfer ilmu saja kepada siswa, tetapi menanamkan etika dan Budi pekerti kepada siswa.
“Oleh karena itu, daerah yang akan memberlakukan PTM harus menerapkan prokes dengan ketat. Setiap siswa yang akan mengikuti PTM sebaiknya dilakukan Swab PCR atau Rapid tesr antigen kepada setiap siswa, guru dan perangkap sekolah lainnya. Selain itu, penerapan prokes 3M dengan ketat di sekolah,” jelasnya.
PTM Jangan Dipaksakan
Sementara itu, Pakar Pendidikan dari Universitas Negeri Padang, DR Fitri Arsih menjelaskan PTM bisa dibuka kembali di Kota Padang, ketika Kota Padang sudah lepas dari PPKM Level 4 dan pandemi di Kota Padang sudah mulai mereda.
“Pemerintah jangan terlalu cepat menetapkan kapan PTM bisa di lakukan di sekolah. Sangat berisiko bagi keselamatan siswa, guru, orang tua, dan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Ia menambahkan juga, semua komponen yang ada di sekolah, pada saat ini belum siap jika sekolah kembali menerapkan PTM di sekolah. Apalagi pada saat ini, implementasi prokes masih belum optimal diterapkan oleh masyarakat.
“Apakah sekolah telah menerapkan prokes dengan benar. Setiap elemen di sekolah saat berinteraksi masih banyak yang abai terhadap prokes. Yang sulit itu adalah pengawasan. Di atas kertas memang telah dibuatkan kebijakan-kebijakannya, tetapi implementasinya yang masih sulit dilakukan,” tegasnya.
Sebelumnya, Sementara itu, Kabid Diknas Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Padang, Syafrizal Syair, S.Pd, MM, Jumat (3/9) lalu mengungkapkan, jika nanti PTM sudah boleh dilakukan di Kota Padang, maka khusus untuk pelajar SMP diminta sudah melakukan vaksinasi. Saat ini, vaksinasi untuk pelajar berusia 12 hingga 17 tahun masih terus dilakukan.
“Ya, kalau untuk PTM masih menunggu Padang turun level dulu PPKM. Selain itu, siswa diimbau mau disuntik vaksin. Sekarang, kan sudah ada vaksinasi untuk anak-anak berusia 12-17 tahun,” kata Syafrizal Syair, kemarin.
Vaksinasi pelajar ini nantinya dilakukan oleh Dinas Kesehatan. Selain itu, siswa juga bisa mendatangi Puskesmas terdekat di tempat tinggalnya untuk divaksin.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Feri Mulyani Hamid menjelaskan, Dinkes Padang telah melayani para pelajar yang akan vaksin dengan lokasi di masing-masing Puskesmas di Kota Padang.
“Pelajar yang akan divaksin silahkan datang ke Puskesmas terdekat sesuai domisilinya. Syaratnya perlihatkan kartu pelajar ke petugas yang ada,” paparnya.
Ia mengimbau kepada masyarakat lainnya yang belum ikut vaksin, supaya datang juga ke Puskesmas karena dengan vaksin imun tubuh akan kuat dan penyebaran virus corona dapat dicegah.
Selain itu, kepada masyarakat diingatkan agar tetap mematuhi prokes dalam melakukan aktivitas. Agar penularan virus tak terjadi dan keselamatan warga terjamin. “Warga mesti pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan. Apabila tak ada keperluan penting, lebih baik stay at home,” lugasnya. (ade)






