SAWAHLUNTO, METRO–Untuk meningkatkan pembinaan kerohanian kepada warga binaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas III Sawahlunto menjalin kerjasama untuk kali kedua dengan Kementerian Agama Kota Sawahlunto. Turut hadir menyaksikan, penyuluh agama fungsional dan non PNS di lingkungan Kankemenag Sawahlunto.
Sebagai dasar hukum kedua belah pihak, kerja sama dituangkan dalam bentuk nota kesepahaman MoU (Memorendum of Understanding) yang ditandatangani bersama antara Kalapas dengan Kakankemenag di Kepala Lapas Narkotika Kelas III Sawahlunto Nasir, Rabu (1/9).
Dalam nota itu disebutkan, pihak Lapas menyediakan sarana prasarana dan menghadirkan warga binaan. Sedangkan Kemenag memberikan bimbingan kerohanian melalui penyuluh agama. “Kami bersyukur bisa bekerjasama kembali dengan Kemenag karena sangat banyak perubahan yang kami lihat pada warga binaan seperti kesadaran mereka dalam beribadah,” ujarnya.
Nasir berharap, selain membangun silaturahmi, kerja sama ini tetap berlanjut dan lebih dimantapkan lagi kendati dirinya tidak bertugas lagi di Sawahlunto “Untuk keamanan penyuluh agama yang dominan perempuan, Insya Allah terjamin,” sebut Nasir.
Sementara Kepala Kankemenag Sawahlunto Dedi Wandra menyampaikan, salah satu tugas Kementerian Agama yakni memberikan pembinaan keagamaan kepada masyarakat.
Menurut dia, warga binaan merupakan bahagian masyarakat yang harus diperhatikan apalagi mereka masuk dalam kategori kelompok binaan penyuluh agama. “Mudah-mudahan warga binaan kita, masuk napi, keluarnya santri,” pungkas Dedi. (pin)





