PADANG, METRO–Peningkatan kapasitas lembaga adat penting dilakukan, untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia (SDM) di tingkat nagari. Dengan peningkatan kapasitas ini, diharapkan lembaga adat memiliki kualitas untuk bersaing di tingkat nasional.
“Pembangunan SDM di nagari ini sudah terbukti dengan banyaknya tokoh-tokoh nasional dari Sumbar yang tumbuh dan berkembang. Mereka muncul di mulai dari surau dan lapau di nagari,” kata Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, saat membuka Orientasi Peningkatan Kapasitas Lembaga Adat Angkatan IV tahun 2021, Senin (30/8) di Padang.
Kegiatan itu mengambil tema “Melalui Orientasi Peningkatan Kapasitas Lembaga Adat Kita perkuat Limbago Adat dan Masyarakat Hukum Adat”.
Mahyeldi mengatakan penduduk Sumbar hanya empat persen dari jumlah masyarakat Indonesia. Tapi tokoh-tokoh yang dihasilkannya jauh lebih banyak daripada daerah lain di Indonesia. Tidak kurang dari 2.000 tokoh nasional asal Sumbar telah membantu masa perjuangan hingga kemerdekaan Indonesia.
Kelebihan pendidikan di nagari, menurut Mahyeldi adalah memperkuat kemampuan untuk berbicara, tampil di depan umum, berdiskusi, dan beradu pendapat dengan tetap mengedepankan etika. Setelah itu juga belajar untuk mendengar.
“Keseimbangan antara berbicara dan mendengar membuat tokoh Minang memiliki wawasan dan kearifan yang membuat segan kawan dan lawan,” ujarnya.
Ia mengatakan, gerakan kembali ke nagari yang dilakukan di Sumbar pascareformasi memiliki semangat untuk membangkit kembali kearifan lokal itu, agar bisa membentuk tokoh-tokoh nasional asal Sumbar di masa kini.
Untuk itu, lembaga adat yang juga memegang peranan penting harus ditingkatkan kapasitasnya. Sehingga mampu membantu pemerintah dalam mewujudkan cita-cita.
Kepala Dinas Pembangunan Masyarakat Desa (DPMD) Sumbar, Amasrul mengatakan kegiatan tersebut diikuti 60 orang dari Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh. Terdiri dari KAN, Ninik Mamak, tokoh masyarakat, Bundo Kanduang, dan Parik Pagar Nagari dengan pemateri unsur Pemda, DPRD, pakar dan praktisi.
Tujuan orientasi tersebut adalah untuk mewujudkan pelaksanaan visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur terwujudnya Sumbar Madani yang Unggul dan Berkelanjutan. Salah satu visi dan misinya adalah meningkatkan kualitas SDM yang sehat berketahuan terampil dan berdaya saing.
“Untuk itu perlu menghubungkan fungsi lembaga adat dengan pemerintahan nagari untuk memaksimalkan upaya menciptakan SDM yang unggul di nagari,” ujarnya.
Kemudian juga untuk meningkatkan fungsi lembaga adat di nagari sebagai mitra pemerintah dalam segala aspek. Salah satunya membangun masyarakat hukum adat bisa lebih kuat. Acara itu ikut dihadiri Anggota DPRD Sumbar Fraksi Gerindara Nur Kholis sebagai pemateri. (fan)






