POLIKO, METRO–Kesadaran Masyarakat petani di Kota Payakumbuh untuk masuk Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) masih terbilang rendah, meski ancaman bencana dan gagal panen di daerah itu cukup tinggi. Untuk itu kedepannya masyarakat diminta untuk tidak abai dalam mengasuransikan lahan pertanian mereka.
Pada tahun 2021 ini, dari 500 ha Target Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Payakumbuh baru 105 ha lahan yang telah tercapai. Untuk itu, diberbagai kesempatan Pemerintah terus melakukan Sosialisasi pada petani/kelompok tani.
“Iya, kita terus mendorong kesadaran masyarakat petani di daerah kita ini untuk masuk AUTP. Sebab kesadaran mereka masih terbilang rendah. Dari 500 ha target pada tahun ini, baru tercapai 105 ha,” ucap Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, Depi Sastra, Kamis (26/8).
Depi Sastra juga menambahkan, saat ini luas lahan pertanian di Payakumbuh mencapai 2.500 ha dengan jumlah petani mencapai 18.000 petani. Di Payakumbuh, selain didominasi oleh petani padi, juga terdapat petani jagung, cabe dan terong. “Selain petani padi, di Payakumbuh umumnya tanaman Holtikultura,” ucapnya.
Masih rendahnya kesadaran petani untuk mengasuransikan lahan pertanian mereka karena mereka (petani.red) masih beranggapan ancaman bencana/gagal panen belum terlalu tinggi. Sehingga mereka menilai hal tersebut belum penting, meski premi yang dibayarkan terbilang rendah. Untuk itu diharapkan tahun-tahun berikutnya petani yang mengasuransikan lahan pertanian mereka bisa terus meningkat. (uus)






