PAYAKUMBUH, METRO–Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat, Supardi menyampaikan, sekolah menengah kejuruan (SMK) harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan kebutuhan industri.
Hal ini disampaikan Supardi pada saat melakukan pertemuan dengan kepala SMA dan SMK se-Payakumbuh, Senin (23/8).
Kata Supardi, agar lulusannya bisa terserap di dunia industry, pihak sekolah harus bisa menjalin kerjasama dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).
“ Ini merupakan strategi pembelajaran dan bisnis yang dapat memberikan keuntungan kedua belah pihak,” ungkap Supardi.
Menurutnya, praktik kerja industri merupakan bagian dari program pembelajaran , sehingga bisa menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keahlian professional.
Untuk itu, lanjut Supardi, pemberdayaan terhadap SMA dan SMK yang ada, terutama dari sisi promosi ke dunia industri menjadi hal yang prioritas dilakukan.
“Apalagi khusus SMK, mestinya bisa menyiapkan lulusannya yang siap bekerja, sehinga terserap di dunia industri,” ungkap Supardi.
Supardi menekankan, sekolah harus bisa menjalin kerjasama dengan berbagai pihak. “SMK harus bisa mengandeng pelaku industri sesuai dengan kejuruan yang dimiliki di sekolah,” kata kader Gerindra ini.
Supardi juga menyampaikan pertemuan dengan kepala sekolah ini untuk menyerap aspirasi kepala sekolah. Termasuk tentang sarana dan prasarana di SMA dan SMK se-Kota Payakumbuh.
“Mestinya, pemerintah provinsi diharapkan dapat menyiapkan sarana dan prasarana IT untuk mendukung proses belajar mengajar di sekolah,” kata Supardi.
“Saya berharap, kelak lulusan SMK bisa berdaya guna dan bekerja pada berbagai instansi. Maka, perlu menjaga kesehatan dalam menyerap ilmu yang diberikan para guru, dengan cara penerapan prokes,” tambahnya/
Dia jugua akan selalu mendukung peningkatan kualitas pendidikan, baik secara pribadi maupun sebagai bagian dari pemerintahan dan Ketua DPRD.
Di sisi lain, Supardi juga mengingatkan agar pelaksanan belajar tatap muka di sekolah menerapkan protokol kesehatan (prokes). (hsb)





