BUKITTINGGI, METRO–Panitia pembangunan Masjid Tabligiyah Garegeh, kemabli melakukan lelang mobil hasil waqaf dari warga. Kali ini, satu unit mobil Forsa GLX yang diserahkan keluarga Awaluddin DT Panduko Reno dari Sarik Laweh Batu Hampa Lima Puluh Kota, dengan harga awal Rp 12 juta.
Ketua Panitia Lelang Masjid Tablighiyah Garegeh sekaligus Sekretaris Panitia Pembangunan Masjid Tablighiyah, M. Abdullah Salim, menyampaikan, pada awal Muharram 1443 H ini, Masjid Tablighiyah Garegeh kembali melakukan lelang kedua atas waqaf mobil yang diberikan oleh masyarakat.
Jika pada Syawal 1442 H lalu, Masjid Tablighiyah menerima waqaf mobil Mitsubishi Outlandrer yang diserahkan Keluarga Hj Imrawati, saat ini Masjid Tablighiyah Garegeh menerima kembali satu unit Mobil Suzuki Forsa GLX Tahun 1989. Setelah melakukan survey pasar kita akan memulai lelang kedua ini dengan harga penawaran dimulai dari Rp12 juta. Bagi masyarakat yang berminat silahkan menghubungi kami baik langsung maupun via whatsapp 081275954414,” jelas Salim, Selasa (10/08).
Mobil Suzuki Forsa GLX tahun 1989 diwaqafkan Keluarga Awaluddin Dt Panduko Reno dari Sarik Laweh Batu Hampa Limapuluh Kota dan diterima Niniak Mamak Inyiak Sy Dt Nan Gamuak, beserta Pengurus Masjid Tablighiyah H Afdal Tuanku Sampono pada 1 Agustus 2021. Kemudian Panitia Lelang melakukan pengecekan mobil dan survey harga pasar.
Anggota DPRD Bukittinggi, sekaligus ketua panitia pembangunan, Dedi Fatria Dt Mangkuto Sutan mengucapkan terimakasih, kepada keluarga Dt Panduko Reno di Batu Hampar Limapuluh Kota, atas waqaf mobil yang diberikan. Begitu besar perhatian masyarakat untuk selesainya pembangunan Masjid Tablighiyah, bahkan berdatangan dari luar daerah.
“Perlu juga kami sampaikan progress pembangunan Tablighiyah sudah mendekati 40 persen sampai Hari Raya Idul Adha kemaren, waqaf yang sudah diterima sekitar Rp 18 miliar, yang bersumber dari masyarakat langsung, baik berupa uang, emas, semen, besi, pasir, batu bata dan mobil. Selain waqaf tersebut, juga yang paling besar waqaf tanah seluas 2.238 meter jika dinilai dengan uang sekitar Rp 5 milyar dari keluarga Hj Emmi Jamaan suku Pisang Garegeh. Semoga semua waqaf ini menjadi amal jariyah untuk yaumul akhir kelak,” ujar Dedi.
Pembangunan Masjid Tablighiyah akan berakhir di angka sekitar kurang Rp 50 miliar. Masih butuh banyak bantuan dari masyarakat, pemerintah kota, provinsi bahkan pusat, untuk CSR BUMN sudah cukup banyak diterima seperti PT POS, PLN, Jasa Raharja, Taspen, juga dari Perbankan BNI, Bank Mandiri dan Bank Nagari.
Ketua Nazir Waqaf Masjid Tablighiyah Inyiak H SR Dt Tan Gagah, juga sudah berupaya memperluas areal Masjid Tablighiyah, dengan membeli tanah disekitar Masjid Tablighiyah dengan total yang sudah dibeli pada tahun ini dengan luas sekitar 1700 meter. Hal ini akan diperuntukan untuk pusat ekonomi dan pusat Pendidikan Tablighiyah. Jika ditotal areal Tablighiyah yang awalnya 1900 meter sekarang sudah mendekati 6000 meter persegi.
Dedi Fatria yang merupakan anggota DPRD Kota Bukittinggi juga telah menempatkan dana melalui dan pokok-pokok pikirannya sebagai Anggota DPRD sebesar Rp 500 Juta untuk pembangunan MDA Tablighiyah di 2022 nanti. Dedi Fatria juga berharap ada tambahan dana dari Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Walikota atau Wakil Walikota diluar dana Pokirnya.
“Kami sangat yakin akan ada tambahan untuk 2022 ini dari Kepala Daerah Bukittinggi. Sebab jika kita perhatikan RPJMD dan visi misi Walikota dan Wakil Walikota Bukittinggi kita saat ini, sangat konsen dalam memakmurkan Syiar Islam salah satunya Masjid,” sebut Dedi. (pry)






