LIPUTAN KHUSUS

Dalam Meningkatkan Produksi di Kota So­lok, Petani Harus Mengikuti Perkembangan Teknologi Pertanian

0
×

Dalam Meningkatkan Produksi di Kota So­lok, Petani Harus Mengikuti Perkembangan Teknologi Pertanian

Sebarkan artikel ini
3. Rahmadhani menyerahkan proposal kelom1pok tani kepada anggota DPRD provinsi
SERAHKAN—Wakil Wali Kota Solok Rahmadhani Kirana Putra menyerahkan proposal kelompok tani kepada anggota DPRD Provinsi Sumbar Daswippetra.

Wakil Wali Kota So­lok, Ramadhani Kirana Putra me­nilai, saat ini an­dalan bagi para petani dalam menggarap lahan harus mengikuti per­kem­bangan teknologi per­ta­nian. Untuk itu, dalam men­dorong produktivitas hasil pertanian, para pe­tani harus memaksimalkan pemanfaatan dan fungsi teknologi pertanian ter­sebut.

Hal itu diungkapkan Ra­ma­dhani ketika men­dam­pingi Anggota DPRD Pro­vinsi Sumbar Daswippetra dalam Reses per­se­ora­ngan, di Pondok Taman Kota Kalumpang, Kelu­ra­han VI Suku Kota Solok, Senin (9/8), Ramadhani mengatakan, bantuan pe­me­rintah bagi petani da­lam menggarap lahan sa­wah dengan menggunakan peralatan dengan tek­nologi sangat diharapkan. Sehingga melalui anggota DPRD provinsi, harapan para petani dapat diper­juangkan untuk men­da­patkan bantuan dari peme­rintah provinsi.

Pembangunan per­ta­nian sebagai motor peng­gerak roda perekonomian, secara umum telah di­tetapkan sebagai kerangka landasan dalam sasaran umum kebijakan Kemen­terian Pertanian RI tahun 2020 – 2024.  Hal tersebut juga menjadi salah satu acuan pemerintah daerah dalam mewujudkan sektor pertanianyang maju, man­diri dan modern.

Dengan peningkatan kualitas dan kuantitas pro­duk pertanian yang di­hasilkan petani di Kota Solok, secara otomatis akan memperkuat daya saing di pasar-pasar yang ada. Baik di pasaraan tra­disional  maupun pangsa pasar moderen.

Dinas Pertanian Kota Solok diharapkan menyu­sun rencana kerja dan program strategis dan ber­kelanjutan dalam pem­bangunan pertanian. Apa­lagi bahan pangan hasil pertanian sangat berkai­tan dengan hajat hidup orang banyak.

Baca Juga  Total Positif Covid-19 Capai 179 Kasus

Harus ada perubahan kearah lebih baik terhadap sistem dan paradigma pem­bangunan pertanian di kota Solok. Pertanian tidak hanya sebagai sarana pe­menuhan kebutuhan na­mun harus berorientasi bisnis.

Pemerintah Kota Solok lanjutnya mendorong para petani di wilayah Kota Solok memproduksi pupuk organik alami secara man­diri sebagai upaya me­ngurangi ketergantungan pada pupuk kimia dalam bercocok tanam. “Kita ha­rus menggali potensi sum­ber daya lokal yang ter­sedia disekitar kita untuk pengembangan pertanian dan perternakan,” kata Ramadhani

Kombinasi yang baik antara sektor pertanian dan peternakan akan mem­berikan keuntungan bagi petani dan peternak. Dari hasil sampingan per­tanian bisa dijadikan pa­kan, sementara hasil sam­pingan ternak juga bisa dijadikan pupuk organik.

Pengembangan sektor pertanian dan peternakan memang menjadi salah satu perhatian bagi pe­merintah Kota Solok. Tidak sedikit masyarakat yang menggantungkan hidup­nya pada sektor tersebut.

“Perlu alih teknologi yang sudah dikembangkan, sehingga petani dan pe­ternak juga mampu untuk mengelola sumberdaya yang ada dalam mengem­bangkan usaha yang dila­kukan,” papar Ramadhani.

Baca Juga  Sembilan Santri Ponpes Al-Hafidz Ibnu Hajar Bertolak ke Yaman

Rahmadhani me­ngu­capkan terimakasih ke­pada bapak anggota DPRD Sumbar Daswippetra yang telah melakukan resesnya di Kota Solok. Dia berharap Daswippetra selalu men­jadi mitra strategis Pemko Solok dalam mense­jahte­rakan masyarakat. “Al­ham­­dulillah respon luar bi­asa dari bapak Das­wip­petara dalam mem­ba­ngun Kota Solok,” sebut Ra­madhani.

Sementara itu, Ang­gota DPRD Provinsi Sum­bar Daswippetra menga­takan, tujuan Reses per­seorangan adalah menye­rap dan menindaklanjuti aspirasi konstituen dan pengaduan masyarakat atas berbagai persoalan dari bawah. Di samping itu kegiatan ini juga untuk memberikan per­tang­gung­jawaban secara moral dan politis kepada kontituen di daerah pemilihan sebagai perwujudan perwakilan rakyat dalam peme­rinta­han.

­Daswippetra pada ke­sem­patan itu, menyorot tentang mahalnya biaya pertanian saat pengolahan dan pasca panen yang sa­ngat membebani petani, khususnya di Kota Solok.

“Kepada seluruh ke­lompok tani agar segera mungkin mempersiapkan proposal untuk diberikan kepadanya untuk dilan­jutkan kepada dinas terkait dalam membantu keltan dalam meningkatkan pro­duksi pertanian,” ujar Das­wippetra.

Dalam kesempatan itu, Wawako Solok Dr.­Ra­ma­dhani Kirana Putra juga berkenan menyerahkan secara langsung proposal dari salah satu kelompok tani kepada anggota DPRD Provinsi Sumbar Das­wip­petra untuk diperjuangkan ke Dinas Pertanian Provinsi Sumbar. (vko)