METRO PADANG

Masih PPKM, Hotel di Padang Sepi, Pejabat Pemko Pilih Rapat Anggaran di Bukittinggi

0
×

Masih PPKM, Hotel di Padang Sepi, Pejabat Pemko Pilih Rapat Anggaran di Bukittinggi

Sebarkan artikel ini
Asrinaldi Pengamat Politik Unand

AIA PACAH, METRO–Meski masih dalam Pem­-berlakuan Pembatasan Ke­gia­tan Masyarakat (PPKM) Level IV, Senin (9/8),  pejabat-pejabat Pemko Padang dan DPRD Kota Padang malah sibuk melakukan pem­ba­ha­san anggaran di Kota Bu­kittinggi. Padahal saat ini hotel-hotel di Kota Padang ba­nyak yang menjerit, karena mengalami penurunan kun­jungan dan sepinya iven besar yang diadakan di hotel, karena adanya PPKM.

Padahal, banyak mana­jemen hotel yang berharap dengan anjloknya pengun­jung hotel, namun ada ke­giatan besar yang bisa me­nambah income hotel.

“Saya lagi rapat ang­ga­ran di Bukittinggi,” sebut Ke­­pala BKPSDM yang juga Plt Kepala Dinas Pariwisata Ko­ta Padang, Arfian saat di­hu­bu­ngi POSMETRO, Se­nin (9/8).

Hal yang sama juga di­akui Plh Sekda Kota Pa­dang, Edi Hasymi. Saat ini ia ber­sama pejabat Pemko lainnya sedang berada di Bukittinggi melakukan pem­­ba­hasan anggaran ber­sama DPRD  Padang. Na­mun se­bagian pejabat Pem­ko, me­nurut Edi sudah pu­lang kembali ke Kota Pa­dang.

Baca Juga  Sidang Lanjutan Dugaan Minol Oplosan, Kuasa Hukum Tjendrawati Sio Bantah Dakwaan JPU

“Sebagian kepala OPD sudah ada yang pulang, sebagian masih di sini (Bukittinggi),” katanya.

Saat ditanya kenapa ha­rus melakukan rapat ang­ga­ran di Bukittinggi, padahal se­dang PPKM dan hotel-hotel di  Kota Padang banyak sepi pengunjung, Edi Hasymi men­­jawab sing­kat. “Tanya sa­­ja Sekwan,” ujarnya sing­kat.

Sepertinya melakukan pembahasan di luar kota menjadi suatu yang harus dilakukan bagi Pemko dan DPRD. Karena agenda ini sering dilakukan. Meski di satu sisi, kondisi hotel di Padang sangat memiriskan akibat sepi pengunjung. Hal itu tentu saja ber­pe­nga­­ruh pada perolehan PAD Padang dari pajak hotel dan restoran yang terus menurun.

Sementara di sisi lain, Bapenda Kota Padang te­rus menarget pajak hotel yang tinggi sebagai sum­ber pemasukan bagi kas daerah. “Anggaran dihabih-habihan kalua kota. Tantu pitih sewa hotel itu masuk ke Bukittinggi. Hotel di Padang mangango, mode bangunan tak berpenghuni. Beko manun­tuik­pulo pulo pajak hotel gadang,” cetus Anto salah seorang warga.

Baca Juga  Hoaks Vaksinasi masih Menyebar Luas, Generasi Muda Diharapkan jadi Corong Pemerintah

Di sisi lain, pengamat politik dari Unand Asrinaldi menilai, pembahasan ang­garan dimana saja bisa dila­lukan. Bahkan disaat ada­nya PPKM dan pela­rangan ke­giatan yang me­ngun­dang kerumunan, ra­pat bisa saja dilakukan secara virtual.

Menurutnya, mungkin pertimbangan Sekwan dan anggota DPRD memilih me­la­kukan pembahasan di luar kota agar lebih fokus. Se­lain itu, anggaran rapat su­dah disediakan, dapat uang saku (SPj), uang ha­rian ser­ta uang transpor­tasi.

Sementara kalau diba­has di dalam kota, uang-uang tersebut tak bisa didapatkan. “Sebenarnya ada plus minusnya juga. Tergantung Sekwan dan DPRD. Untuk menunjang kinerja DPRD, aturan mem­­bolehkan hal seperti itu,” katanya lagi. (tin)