PURUS, METRO–Banyak sekali sungai-sungai besar dan kecil di Kota Padang yang kumuh dan dipenuhi lunau bercampur sampah. Data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, sebanyak 62,8 ton setiap harinya sampah dibuang oleh masyarakat ke sungai dan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar.
Fenomena ini ditemui petugas Dinas Ligkungan Hidup saat membersihkan sampah tiap hari di sungai. Sementara total sampah yang diangkut ke TPA tiap harinya adalah 450 ton per hari.
“Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Kita berharap ada perubahan perilaku dari masyarakat agar tidak lagi membuang sampah ke sungai. Karena dampaknya sangat besar,” sebut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, Mairizon, saat pemasangan perangkap sampah pada sungai di kawasan Purus, Jumat (30/7).
Sungai di kawasan Banda Bakali, Gang Sentosa, Purus itu dalam kondisi air yang menghitam pekat, penuh lunau dan sampah. Sungai yang berada di tengah pemukiman padat penduduk inipun juga mengeluarkan bau busuk, sehingga menyajikan pemandangan yang tak sehat.
Pemasangan perangkap sampah ini diprakarsai oleh Pangea Movemnet, Bank Sampah Pancadaya, Walhi dan Komunitas Pemuda Peduli Sampah. Bersama wali kota dan DLH Kota Padang mereka memasangi perangkap sampah di lokasi itu.
Mairizon mengungkapkan, perangkap sampah itu dipasang untuk mengganjal agar sampah-sampah yang hanyut di sungai bisa diambil dengan mudah. Sehingga tidak semakin mencemari hilir sungai. Di sejumlah sungai lainnya, DLH juga telah memasangi kubus apung untuk menahan laku sampah.
Wali Kota Padang Hendri Septa berharap masyarakat untuk sadar dan sama-sama menjaga kebersihan lingkungan sungai di tempat masing-masing. “Ini tanggung jawab kita semua. Kita harus berusaha menghilangkan kebiasaan membuang sampah ke sungai, karena dampaknya sangat buruk bagi kebersihan lingkungan kita,” sebut Hendri Septa.
Ke depannya, kata dia, Pemko Padnag bertekad, semua sungai yang ada di Padang, bersih dan bebas sampah. Hal ini butuh dukungan besar dari semua masyarakat Kota Padang. (tin)





