SOLOK/SOLSEL

Petani jangan Tergantung dengan Pupuk Kimia di Kota Solok

0
×

Petani jangan Tergantung dengan Pupuk Kimia di Kota Solok

Sebarkan artikel ini
PELATIHAN— Wali Kota Solok Zul Elfian Umar saat membuka pelatihan pembuatan pupuk dan pakan organik.

SOLOK, METRO–Pemko Solok mendo­rong para petani di wilayah kota untuk memproduksi pupuk organik alami se­cara mandiri sebagai upa­ya mengurangi keter­gan­tungan pada pupuk kimia dalam bercocok tanam. “Pupuk organik alami bisa diproduksi secara mandiri dari limbah ternak sapi dan kambing. Sejumlah petani di Kota Solok sudah mulai membuatnya dan digu­nakan untuk bercocok ta­nam meski belum ba­ny­ak,” ujar Walikota Solok Zul Elfian, kemarin.

Menurut Zul Elfian U­mar, pengolahan pupuk dan pakan ternak organik dari tumbuhan perlu diga­lakkan untuk mendorong pengembangan sektor per­tanian dan peternakan di Kota Solok. Apalagi, sumberdaya lokal per­ta­nian daerah cukup mema­dai. Banyak hasil sam­pi­ngan pertanian yang bisa diolah untuk dijadikan pa­kan ternak dan juga seba­gai pupuk organik, mulai dari jerami padi, jerami jagung dan lainnya. Keter­sediaannya pun bisa dika­takan cukup. “Kita harus menggali potensi sumber daya lokal yang tersedia disekitar kita untuk pe­ngembangan pertanian dan perternakan,” kata Zul Elfian.

Menurut Wako, dengan pemanfaatan sumberdaya lokal sebagai pakan dan pupuk organik akan me­ngurangi ketergantungan petani dan peternak terha­dap keberadaan pupuk kimia atau pakan ternak lainnya.

Baca Juga  Jadikan Hari Jadi Kota, Momentum Visit Kota Solok 2020

Selain itu, ongkos pro­duksi yang dibutuhkan un­tuk usaha pertanian dan peternakan juga akan lebih hemat, sehingga lebih me­ngun­tungkan bagi petani dan peternak. “Seperti kita ketahui, Penggunaan pu­puk organik juga dapat memperbaiki struktur ta­nah sehingga produktivitas lahan bisa ditingkatkan semaksimal mungkin dan berimbas pada hasil yang diperoleh,” tutur Zul Elfian.

Kombinasi yang baik antara sektor pertanian dan peternakan akan mem­berikan keuntungan bagi petani dan peternak. Dari hasil sampingan pertanian bisa dijadikan pakan, se­mentara hasil sampingan ternak juga bisa dijadikan pupuk organik.

Baca Juga  Hadapi Kondisi Pelik, Zul Elfian: Dibutuhkan Pengambilan Kebijakan yang Tepat

Pengembangan sektor pertanian dan peternakan memang menjadi salah satu perhatian bagi pe­merintah Kota Solok. Tidak sedikit masyarakat yang menggantungkan hidup­nya pada sektor tersebut. “Perlu alih teknologi yang sudah dikembangkan, se­hingga petani dan peternak juga mampu untuk menge­lola sumberdaya yang ada dalam mengembangkan usaha yang dilakukan,” paparnya.

Sementara itu, Dinas Pertanian Kota Solok Ikh­van Marosa mengatakan, sebagai upaya dukungan tersebut, sejak tahun lalu, Dinas Pertanian Kota Solok aktif melakukan sosialisasi dan pelatihan tentang pem­buatan pupuk organik alami.

Selain itu, dorongan pembuatan pupuk organik alami tersebut juga untuk mengurangi keter­gatu­ngan akan penggunaan pupuk bersubsidi yang se­tiap tahun alokasinya di­tetap­kan menurun. “Se­hingga, petani diharapkan tidak bingung saat alokasi pupuk bersubsidi ber­ku­rang. Dengan demikian petani kota Solok ke depan harapannya bisa mandiri pupuk,” kata Ikhvan. (vko)