AIA PACAH, METRO–Kasus positif Covid-19 di Kota Padang selalu stabil di angka tinggi. Artinya hampir rata-rata 400 orang terjangkit Covid-19 per hari. Bahkan ada sampai mendekati 600 orang.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang Feri Mulyani mengatakan, tingginya kasus positif di Kota Padang, karena memang varian Delta sudah masuk ke Sumatera Barat. Di mana risiko penularannya lebih cepat.
“Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk patuh dengan protokol kesehatan. Yang paling penting itu adalah pakai masker dengan benar. Bahkan sekarang memang sudah dianjurkan memakai masker dua lapis,” sebut Ferimulyani, Kamis (22/7).
Disebutkan Feri Mulyani, varian Delta ini menularnya lebih cepat. Kalau dulu orang yang baru terinfeksi misalnya 5 hari baru bergejala, sekarang 1 atau 2 hari sudah menimbulkan gejala.
“Umumnya seseorang yang terjangkit varian Delta akan mengalami demam tinggi, mual, muntah-muntah lebih hebat, kemudian batuk menimbulkan sesak lebih cepat,” ucapnya.
Makanya untuk mencegah penularan lebih luas lagi, Pemko Padang menggencarkan vaksinasi untuk membentuk kekebalan kelompok.
“Kita berharap sampai Desember nanti, 70% masyarakat Kota Padang sudah divaksin. Kalau sudah divaksin tentunya kekebalan kelompok akan terjadi. Perlahan-lahan bisa dipastikan kita akan bisa keluar dari pandemi Covid-19,” tuturnya.
Evaluasi PPKM
Sebelumnya, Wali Kota Padang Hendri Septa menilai, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) cukup efektif. Terutama dalam membangun kesadaran warga untuk vaksin.
“Kalau kita melihat dari segi bagaimana mengajak masyarakat untuk bisa melakukan vaksin, pelaksanaan PPKM saya nilai cukup efektif,” terang Hendri Septa saat diwawancarai usai meninjau pelaksanaan vaksinasi massal pelaku perhotelan di Pangeran Beach Hotel Padang, Kamis (22/7).
Hendri Septa menyebut, selama dua minggu dilaksanakan PPKM di Padang, animo masyarakat untuk vaksin cukup luar biasa. Puluhan ribu warga berbondong-bondong mendatangi tempat vaksinasi.
“Saya mendapat informasi, dalam dua minggu ini animo masyarakat luar biasa, sebanyak 45 ribu lebih warga mendatangi tempat vaksinasi,” terang wali kota.
Namun begitu, Hendri Septa tidak menampik jika PPKM selama dua minggu belum mampu menurunkan penyebaran Covid-19. Hendri Septa menilai PPKM adalah upaya untuk mengajak masyarakat agar dapat paham dan mengerti tentang Covid-19.
“Tapi kita pemerintah tidak akan lama-lama (melakukan) PPKM, setelah kita melihat ke lapangan, masyarakat susah akibatnya,” tutur Hendri Septa.
Melihat kondisi masyarakat yang terpuruk, Wali Kota Padang kemudian menerbitkan Surat Edaran (SE) saat PPKM ini. Dalam SE tersebut, cukup banyak pelonggaran yang diberikan kepada masyarakat. Salah satunya bagi pelaku bisnis. Dimana usaha mereka dibolehkan beroperasi hingga pukul 21.00 WIB.
“Namun kita prioritaskan pembelian secara take away (bawa pulang), bukan dine in (makan di tempat), sehingga tidak terjadi kerumunan,” pungkas wako. (rel)






