AGAM/BUKITTINGGI

IASMA Satu Landbouw Bukittinggi Sebar 35 Sapi Kurban

1
×

IASMA Satu Landbouw Bukittinggi Sebar 35 Sapi Kurban

Sebarkan artikel ini
SEMBELIH— Satu dari 35 hewan kurban yang disebar IASMA Satu Landbouw Bukittinggi ke kabupaten dan kota disembelih penerima manfaat.

BUKITTINGGI, METRO–Tim Peduli Kemanusiaan (TPK) Ikatan Alumni SMA (IASMA) Negeri 1 Landbouw Bukittinggi kem­bali melakukan kegiatan sosial pada Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah pada 2021 masehi ini. Kegiatan kemanusiaan dilakukan dengan aksi sebar hewan kurban ke sejumlah daerah terpencil di Sumatra Barat. Untuk tahun ini hewan kurban disebar di Kabupaten Agam, Kabupaten Limapuluh Kota, Kabupaten Sijunjung dan Kabupaten Pasaman dengan total sebanyak 35 ekor sapi.

Pembina TPK IASMA Negeri 1 Bukittinggi dari angkatan ’68, Mazni Harun, Kamis (22/7) menjelaskan, latar belakang munculnya ide kegiatan penyaluran hewan kurban TPK IASMA Negeri 1 Landbouw Bukittinggi ini. Karena setiap Idul Adha hanya sebagian besar umat Islam yang mampu melaksanakan iba­dah kurban, baik secara perorangan maupun secara kolektif. Daging hewan kurban dibagikan sesuai ketentuan syariah Islam yaitu orang miskin, kerabat dan dimakan sendiri.

“Sejalan dengan pe­ning­katan taraf hidup ma­sya­rakat, di banyak tempat orang yang berkurban bertambah banyak dan orang yang miskin berkurang khususnya di daerah per­kotaan dan sekitarnya,” sebut Mazni Harun.

Akibatnya, di banyak tempat tersebut akhirnya kegiatan kurban cende­rung jadi arisan daging, di mana semua orang men­dapat jatah daging kurban yang dibagikan terasa bele­bihan.

“Sedangkan dibanyak tempat lain seperti di daerah pedesaan yang terpencil masyarakatnya tidak pernah atau jarang sekali ada kegiatan kurban, malahan sangat jarang makan da­ging. Sebagaimana yang di­sabdakan Rasulullah SAW, Hari-hari itu tidak lain adalah hari-hari untuk makan dan minum serta berdzikir kepada Allah Azza wa Jalla,” ulas Mazni Ha­run.

Atas dasar situasi tersebut, sambung Mazni Harun, TPK IASMA Negeri 1 Landbouw Bukittinggi mulai pada tahun 2009, sampai sekarang, terpanggil untuk melaksanakan kegiatan penyaluran hewan kurban ke daerah-daerah terpencil, yang masyarakatnya jarang memotong hewan kurban tersebut. (pry)