PASAMAN, METRO–Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman saat ini telah menambah ruang inap isolasi khusus pasien positif COVID-19 menjadi 46 tempat tidur.
“RSUD Lubuk Sikaping menambah ruang inap isolasi pasien positif COVID-19 jadi 46 tempat tidur, sebelumnya ruang isolasi hanya 23 tempat tidur,” kata Direktur RSUD Lubuk Sikaping Yong Marzuhaili.
Penambahan ruang isolasi dikarenakan meningkatnya kasus terkonfirmasi COVID-19 di Pasaman serta ada keterbatasan ruang isolasi pada RSUD.
Ia menjelaskan pelayanan rawat inap VIP atau Paviliun di RSUD Lubuk Sikaping akan dijadikan rawat paru dan neuro.
Sedangkan ruangan paru serta neuro akan dijadikan ruang isolasi COVID-19.
Adapun 46 tempat tidur untuk pasien positif COVID-19 itu yakni ruang isolasi COVID-19 yang lama sebanyak 16 tempat tidur, rawat inap neurologi sebanyak 13 tempat tidur dan ruang inap paru mencapai 17 tempat tidur. “Ruang isolasi COVID-19 itu juga merupakan ruang isolasi non tekanan negatif tanpa ventilator,” katanya.
Selain itu, sebelumnya pihak RSUD Lubuk Sikaping menjamin ketersedian oksigen medis di masa pandemi. Semakin meningkatnya kasus Covid 19, beberapa minggu terakhir, membuat permintaan oksigen di beberapa rumah sakit mulai melonjak dan mengakibatkan kelangkaan di beberapa daerah. Namun, RSUD Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, memastikan ketersedian oksigen mencukupi. Direktur RSUD Lubuk Sikaping dr Young Marzuhaili mengatakan, pasokan oksigen dari pihak ketiga atau distributor yang bekerja sama dengan rumah sakit daerah milik Pemkab Pasaman tidak ada kendala.
“Pihak ketiga sampai saat ini masih menyanggupi pengadaan dan memenuhi kebutuhan oksigen medis RSUD Lubuk Sikaping dengan pemakaian rumah sakit rata rata lebih kurang 23 tabung oksigen per malam,” kata Direktur RSUD Lubuk Sikaping. Bahkan, ujar dr Young Marzuhaili, distributor menyanggupi tetap memenuhi kebutuhan rumah sakit jika terjadi lonjakan permintaan oksigen untuk menangani pasian. “Untuk harga masih tetap sama tidak ada kenaikan. Kami harapkan tetap dipertahankan,” ujar dr Young Marzuhaili. (mir)






