PADANG, METRO–Pemerintah Indonesia mulai dari pusat hingga derah telah melakukan berbagai usaha dan upaya untuk memutus mata rantai pandemi Covid-19 yang terus mewabah di Indonesia. Sebagai ikhtiar dari usaha yang dilakukan, tentu doa menjadi kekuatan bagi orang yang beriman dengan meminta kepada Allah SWT agar pandemi Covid-19 hilang dari Indonesia khsusnya Sumatera Barat (Sumbar).
Sebagai ikhtiar dari usaha tersebut, Kamis (15/7), Kanwil Kemenag Sumbar menginisiasi kegiatan Pray From Home: Dari Rumah untuk Indonesia dengan melibatkan seluruh jajaran pemerintahan dan tokoh masyarakat melakukan doa dan dzikir bersama, secara virtual melalui aplikas Zoom.
Kegiatan yang dilaksankan mulai sekitar pukul 19.00 sd 21.00 WIB tersebut dihadiri oleh Gubernur Sumbar H Mahyeldi Ansharullah, Ketua DPRD Sumbar dan anggota, Forkopimda Sumbar, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumbar, Bupati Wali Kota se Sumbar, Kepala Kantor Kementerian Agama se Sumbar, pimpinan Ormas Islam se Sumbar serta Pimpinan perguruan Tinggi se Sumbar, pengurus-pengurus masjid dan sejumlah tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sumatra Barat, (Sumbar) Syamsuir menyampaikan, Saat ini bangsa Indoensia khususnya Sumatera Barat, sedang menghadapi pandemi Covid-19. Umat sedang mengalami kesulitan dan kesususahan sehingga berdampak ke segala sektor, baik kesehatan maupun ekonomi.
Banyak yang guggur, baik dari masyarakat atau tenaga kesehatan yang telah membantu dalam penanganan pandemi. Begitu juta dari kalangan para ulama. Covid tidak mengenal muda atau tua. “Banyak yang telah kehilangan pekerjaan, sehingga mereka tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar hidupnya,” ungkapnya.
“Kita sebagai manusi tentu tidak boleh menyerah. Ikhtiar sudah kita laksankan dengan menjaga protokol kesehatan. Saatnya kita lengkapi dengan ikhtiar batin yakni dengan kekuatan iman dengan cara mengetuk pintu langit melalui doa,” terangnya.
Dalam kesempatan tersebut Kakanwil Kemenang Sumbar, Syamsuir, juga mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Sumbar yang telah mengarahkan dan memfasilitasi kegiatan Pray From Home ini, serta kepada seluruh undangan yang telah hadir.
“Negeri kita telah ditimpa musibah, nusantara ini berduka lebih kurang dua tahun. Selama itu kita disibukkan dengan upaya menangkal dan mengobati merebaknya wabah covid 19. Bukan hanya sektor kesehatan yang terdampak, juga perekonomian dan sektor lainnya. Ada banyak goresan luka yang timbul akibat merebaknya wabah ini,” ucap Syamsuir.
Kita benar benar berduka, lanjutnya, meski demikian harus tetap optimis. Allah tidak akan memberikan cobaan di luar kesanggupan manusia. “Kita sadar bahwa cobaan dan musibah datang atas kuasa Allah , dia jugalah yang kuasa melenyapkannya,” katanya.
Selama ini, pemerintah dan masyarakat telah bersungguh-sunggu mencoba berusaha untuk mencegah penyebaran. Ini sejalan dengan perintah Allah SWT. Allah tidak akan merobah nasib seseorang sebelum dia berusaha untuk mengobah nasib sendiri. Namun Allah juga menyuruhkan untuk berdoa.
Dijelaskannya, kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari kegiatan Pray From Home Nasional bersama dengan Presiden dan Menteria Agama RI beberapa waktu lalau. Kemudian dilanjutkan di Sumbar.
“Acara tadi diawali dengan puasa sunnah, lalu buka bersama dengan keluarga di rumah masing masing. Dilanjutkan tausyiah dan zikir serta doa bersama. Karena itu, kegiatan Pray From Home ini merupakan kegiatan dan upaya bersama, selain ikhtiar yang sudah dilakukan,” jelasnya.
Dia juga menyampaikan bahwa jajaran Kemenang Sumbar selalu berkomitmen untuk bersinegri dengan pemerintah Sumbar dalam penanggulangan Covid 19. “Kebijakan PPKM telah kami sikapi bersama dengan sistim pola kerja WFH dan WFO,” tegasnya.
Terkahir dia menyampaikan harapannya masyarakat dapat disiplin dengan protokol kesehatan. Dalam menghadapi Idul Adha dan penyembelihan kurban, hendaknya sesuai dengan surat edaran Menteri Agama nomor 15 tahun 2021 yang disosialisasikan sebelumnya.
Atas nama pemerintah Provinsi Sumbar, dalam kesempatan itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengucapkan terimakasih kepada Kakanwil Sumbar dan jajarannya yang telah menisiasi kegiatan doa dan zikir bersama sehingga berjalan dengan baik.
“Dengan zikir dan doa bersama yang kita dilakukan pada malam hari ini, sejak subuh tadi, mulai dari sahur bersama, hingga berbuka dan kemudian zikir dan doa bersama, mudah mudahan bisa melengkapi ikhtiar dari usaha yang telah kita lakukan,” sebut Mahyeldi.
Disamping mengajak masyarakat disiplin prokes dan meningkatkan imunitas dan vaksinasi, maka uapaya yang kita lakukan tentu mengembalikankepada Allah SWT, dengan harapan musibah Covid cepat berlalu dan masyarakat bisa kembali melaksankan aktivitas seperti sedia kala
“Dari ikhtiar dan upaya yang kita lakukan dan rangkaian doa dan zikir ini, semoga menyempurnakan upaya kita. Sebagai orang beriman selain berikhtiar kita juga disuruh untuk berdoa. Semoga Alllah mengabulkan sehingga Indonesia, khususnya Sumbar bisa cepat pulih dari Covid-19.
Kegiatan Pray From Home dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran dan kemudian dilanjutkan dengan tausiah agama dari Dr. H. Urwatul Wusqa, Lc., M.A. serta doa dipimpin tim dari penyuluh Agama Islam, ustad Parlauangan.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyeru seluruh masyarakat Indonesia untuk terus berdoa agar bangsa ini selalu diberikan kekuatan untuk menghadapi ujian pandemi Covid-19. Seruan ini disampaikan Presiden Joko Widodo saat hadir secara virtual dalam kegiatan Pray From Home: Dari Rumah untuk Indonesia, yang diinisi Kementerian Agama pada Minggu (11/7).
Presiden mengungkapkan, upaya lahir batin harus dilakukan untuk menghadapi pandemi ini. “Menghadapi situasi sulit seperti sekarang ini, selain ikhtiar dengan berbagai usaha lahiriah, kita juga wajib melakukan ikhtiar batiniah. Memanjatkan doa memohon pertolongan Allah SWT agar beban kita diringankan, agar rakyat bangsa, negara, juga dunia terbebas dari pandemi,” kata Presiden.
Presiden juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama mengatasi pandemi covid-19. “Pemerintah tidak bisa bekerja sendirian, tidak bisa menyelesaikan masalah ini sendirian. Semua pihak harus berkolaborasi, berkerjasama saling tolong menolong, bergotong royong untuk mengatasi ujian yang melanda ini,” tutur Presiden Jokowi. (hsb)






