PASAMAN, METRO–Program mewujudkan impian masyarakat Kabupaten Pasaman, satu persatu dimulai pelaksanaanya di awal jabatan Bupati Benny Utama. Kendati pembangunan fisiknya baru dimulai melalui APBD 2022. Namun, sejumlah tahapan dan proses ke arah perwujudan program pembangunan sudah dijalankan.
“Kita ingin mengubah stigma Pasaman sebagai daerah pinggir, dengan membuka banyak akses langsung ke sejumlah daerah luar Pasaman,” kata Bupati Pasaman Benny Utama.
Hal tersebut disampaikan Bupati Pasaman Benny Utama usai penandatanganan naskah kesepakatan bersama antara Pemerintah Kabupaten Pasaman dengan Pemkab Limapuluh Kota, tentang kerjasama antar daerah, di aula Kantor Bupati, daerah Sarilamak.
Naskah kesepakatan yang ditandatangani Bupati Limapuluh Kota Safarudin Dt. Bandaro Rajo dan Bupati Benny Utama, mempertegas komitmen ke dua daerah untuk secara bersama-sama memulai progres pembangunan jalan penghubung dari Tanjung Bungo, Nagari Ganggo Hilia, Kecamatan Bonjol ke Nagari Gunuang Omeh, Suliki.
Bupati Benny Utama menjelaskan, kerjasama ini merupakan bentuk kesungguhan Pemkab Pasaman dan Pemkab Limapuluh Kota.
“Sebenarnya jalan penghubung antar dua kabupaten adalah kewenangan provinsi, dan Alhamdulillah, teman-teman kami anggota komisi IV DPRD Sumbar, hadir saat ini,” kata Benny.
Dijelaskan Bupati Benny, jalan penghubung ini memberi dampak ekonomi bagi kedua daerah, disamping historis masa perjuangan PDRI, sekaligus juga meningkatan silaturahmi hubungan yang sudah dekat selama ini akan jadi lebih dekat.
“Setelah penandatangan ini, akan ada tindak lanjut nyata kelapangan, survey kondisi, dan menentukan titik mana paling bagus. Dan di Pasaman sudah masuk dalam RPJMD 2021-2026 dan Pemprov juga sudah menjadikan program strategis,” jelas Benny Utama.
Dijelaskan secara ekonomi, pasar terbesar produk andalan Pasaman, seperti jagung dan ikan, di distribusikan ke Payakumbuh, Limapuluh Kota dan Riau.
“Butuh biaya besar, karena harus melawati Kabupaten Agam dan Bukit Tinggi. Diharapkan dengan selesainya nanti, biaya distribusi dan jarak akan terpangkas, dan berimbas provit lebih bagi masyarakat Pasaman,” jelasnya.
Dalam pidato di aula Kantor Bupati Limapuluh Kota, Bupati Pasaman mengucapkan terimakasih atas terealisasinya naskah kerjasama antar daerah, dan meminta Pemkab Limapuluh Kota bisa saling bersinergi memulai tahapannya, mengingat waktu tersedia hingga akhir 2021 tidaklah banyak.
“Hitungan sementara, panjang jalan 15 kilometer, dengan lebar 16 meter. Namun tim survey akan turun terlebih dahulu melakukan hitungan teknis dan mematok rute yang akan dibangun. Prinsipnya kita mencari rute terpendek, elevasi yang landai dan minim tikungan,” terangnya lagi.
Dalam hal ini, Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar dilibatkan mengenai status kawasan. “Kita sudah hubungi Pak Yozarwardi selaku Kadishut Sumbar, sekaitan rencana pembangunan jalan ini,” ujar Benny Utama. (mir)






