SOLOK, METRO–Kegiatan pembangunan perdagangan dan koperasi, UKM dan pasar, memang masih menghadapi berbagai permasalahan yang mendasar dalam pelaksanaannya. Memang banyak kebutuhan dan keinginan dari pelaku usaha untuk menjadi lebih maju. Namun demikian, keterbatasan kemampuan pemerintah tentu juga menjadi salah satu pertimbangan untuk menentukan program/ kegiatan yang akan dilaksanakan.
Menurut Wakil Wali Kota Solok, Rahmadhani Kirana Putra, harus ada kejelasan prioritas program dan kegiatan berdasarkan kebutuhan, bukan keinginan. Pelaku UMKM harus segera menentukan sikap untuk selalu berbenah meningkatkan efisiensi dalam proses produksi dan manajemen usaha.
Kadis Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Solok Bujang Putra menuturkan, bahwa usaha kreatif UMKM akan menjadi salah satu solusi dalam menjawab sulitnya lapangan pekerjaan saat ini.
Sebab sudah sangat tipis peluang bagi generasi muda untuk bisa bekerja, apalagi hanya mengandalkan ijazah semata, keahlian dan kreatifitas sangat dibutuhkan dalam menghadapi era globalisasi seperti sekarang ini.
“Kita akan membantu masyarakat Kota Solok yang bergerak di ekonomi kreatif, diharapkan akan berdampak signifikan dalam mendorong perekonomian masyarakat, serta membuka lapangan pekerjaan,” jelas Bujang.
Sebab keterbatasan modal selama ini selalu menjadi kendala utama bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk melebarkan sayap usahanya. Dan banyak pelaku usaha tidak mampu bertahan dalam persaingan yang semakin ketat.
Pemko Solok terus berupaya mendekatkan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengan sumber permodalan. Baik dari pihak Pemda sendiri, perbankan maupun BUMN yang ada.
“UMKM sangat perlu mendapatkan bantuan modal usaha dari pemerintah untuk menunjang usahanya, apalagi di tengah gempuran produk global, membuat produk UKM jika monoton akan mati pasaran,” jelas Bujang.
Hingga tahun 2020, dari data yang didapat dari Dinas Koperindag UMKM Kota Solok, terdapat lebih kurang 3.884 Usaha Mikro Kecil Menengah yang aktif di kota Solok, atau naik dari tahun sebelumnya yang berjumlah 3.659 UMKM Sementara Industri Kecil dan Menengah 562. (vko)





