SOLOK, METRO–Ketergantungan daerah terhadap pemerintahan pusat memang sangat tinggi. Namun, daerah dituntut terus berupaya melakukan peningkatan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Apalagi menurut Wali Kota Solok, Zul Elfian, kebutuhan akan anggaran juga semakin meningkat, pasca banyak anggaran daerah dialihkan kepada penanganan virus corona (Covid-19). Sehingga mencari potensi PAD untuk digali menjadi sebuah tuntutan ke depan.
Menurutnya, dana perimbangan yang merupakan dana transfer keuangan pusat kepada daerah pada akhir-akhir ini sudah semakin dinamis. Hal ini dapat dirasakan dari pelaksanaan anggaran yang harus dilakukan pengurangan dan penyisihan serta penangguhan dalam pelaksanaannya.
Dengan kondisi saat ini, daerah harus lebih kreatif dalam meningkatkan PAD agar dapat meningkatkan akuntabilitas dan keleluasaan dalam pembelanjaan APBD. Dengan demikian program dan kegiatan bisa dilakukan secara maksimal. “Tidak dapat dipungkiri, sejauh ini ketergantungan daerah terhadap dana dari pusat dan dana dari provinsi sangatlah besar,” jelas Zul Elfian.
Zul Elfian menjelaskan, dari tahun ke tahun target PAD, khususnya dari sektor Pajak Daerah memang ada peningkatan.Sedangkan untuk optimalisasi penerimaan dari ekstensifikasi pajak sangat terbatas, sehingga perlu mengoptimalkan penerimaan dari intensifikasi pajak.
Sumber-sumber penerimaan daerah yang potensial harus digali dan dikembangkan secara maksimal. Namun perlu dicatat harus tetap dalam koridor peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Kondisi ini kata Zul Elfian, merupakan tantangan berat bagi Kota Solok. Sehingga ke depan perlu inovasi dan terobosan nyata dalam meningkatkan PAD Kota Solok.
Menurutnya, kalau pemerintah kota tidak mau berinovasi atau bekerja keras, dan selalu berharap menerima pendapatan sambil berpangkutangan maka selama itu pula peningkatan PAD tak berjalan maksimal. Padahal, fungsi PAD ini sangat besar dalam mendukung belanja daerah. “Pada masa sekarang, Pemko Solok harus memiliki kreatifitas, untuk meminimalisir kemungkinan berkurangnya PAD,” ujar Zul Elfian. (vko)





