PADANG, METRO–PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumbar atau Bank Nagari terus memperkuat Unit Usaha Syariah (UUS), bersinergi dengan stakeholders untuk meningkatan inklusi dan literasi kepada masyarakat tentang ekonomi, keuangan dan perbankan syariah. UUS sudah mempunyai daya dukung yang mumpuni untuk melayani masyarakat secara luas dan dari segala lapisan.
Direktur Utama (Dirut) Bank Nagari, Muhammad Irsyad, didampingi Direktur Kredit & Syariah Gusti Candra, Direktur Keuangan Sania Putra, Direktur Operasional Syafrizal dan Direktur Kepatuhan Restu Wirawan, kepada media Kamis (8/7) menyampaikan, penguatan UUS Bank Nagari tersebut semakin signifikan dilakukan.
“UUS mendapatkan izin dari Bank Indonesia 28 September 2006 dan awalnya mulai beroperasional melalui 1 kantor yaitu Kantor Cabang Syariah Padang 4 Mei 2007. 14 tahun pada 2021 ini, UUS berkembang pesat dan mendapatkan sambutan yang baik dari masyarakat Sumbar yang menginginkan layanan perbankan syariah. Manajemen serius menyiapkan UUS yang mempunyai daya dukung dan daya saing yang sama andalnya dengan induknya, Bank Nagari konvensional,” katanya.
Apalagi, UUS saat ini memiliki daya dukung 5 kantor cabang, 4 kantor cabang pembantu, 2 kantor kas, 119 unit layanan syariah yang tersebar di seluruh wilayah Sumbar, 332 mesin ATM, 548 mesin EDC yang tersebar di banyak merchant, 5.211 merchant Quick Respon Indonesian Standard (QRIS), core banking system 7.24 (beroperasi full day), mobile banking, cash management, SMS banking, auto debet.
Selanjutnya digital payment, sinergi pengelolaan dana mesjid dan mushallah, penyediaan tabungan emas, tabungan qurban, tabungan umrah, tabungan haji dan tabungan haji junior untuk anak-anak, pendaftaran haji dan umroh serta pengelolaan dana BPKH izin sebagai Lembaga Keuangan Syariah-Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU), penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah dan penyalur Pembiayaan Perumahan Bersubdisi FLPP.
Kata M Irsyad, di tengah dampak pandemi Covid-19 yang menekan segala lini kehidupan sejak tahun 2020 sampai dengan saat ini, UUS Bank Nagari tetap mampu menghasilkan kinerja yang memuaskan dan membanggakan. Berikut ini adalah profil kinerja UUS Bank Nagari sejak tahun 2019 sampai dengan periode Juni 2021.
“Aset posisi Juni 2021 sebesar Rp2,46 triliun. Meningkat dibandingkan asset tahun 2020 yang sebesar Rp2,32 Triliun dan asset tahun 2019 yang sebesar Rp1,73 triliun, penghimpunan dana masyarakat sampai Juni 2021 mencapai Rp2,33 triliun. Meningkat dibandingkan posisi tahun 2020 sebesar Rp2,09 triliun dan tahun 2019 yang sebesar Rp1,53 triliun. Selama 6 bulan di tahun 2021 yaitu Januari-Juni 2021, penghimpunan dana masyarakat ini sudah tumbuh Rp235,95 miliar atau tumbuh 11,23 persen,” katanya.
Selanjutnya, pembiayaan yang diberikan sampai Juni 2021 mencapai Rp 1,80 triliun. Meningkat dibandingkan posisi tahun 2020 sebesar Rp1,58 triliun dan tahun 2019 yang sebesar Rp1,51 triliun. Selama 6 bulan di tahun 2021 yaitu Januari-Juni 2021, penyaluran pembiayaan sudah tumbuh Rp 212,66 M atau tumbuh 13,43 persen.
Sementara, katanya, jumlah nasabah dana yang mempercayakan penyimpanan dan pengelolaan dananya melalui Bank Nagari Syariah juga meningkat yaitu mencapai 165.780 nasabah pada posisi Juni 2021. Naik signifikan dari posisi tahun 2020 sebanyak 153.948 nasabah dan tahun 2019 yang sebesar 129.225 nasabah.
“Jumlah debitur yang diberikan pembiayaan syariah juga meningkat yaitu mencapai 15.035 debitur pada posisi Juni 2021. Naik dari posisi tahun 2020 yang sebanyak 14.283 debitur dan tahun 2019 yang sebesar 9.833 debitur,” katanya.
Kata M Irsyad, pengelolaan dana masjid dan mushala 2020 berjumlah 1.036 masjid & mushala dengan dana kelolaan Rp 5,98 miliar. Posisi ini meningkat signifikan sampai dengan Juni 2021 yaitu mencapai 3.622 masjid dan mushalla dengan dana kelolaan Rp25,90 miliar.
“Animo masyarakat mengambil porsi haji juga tetap baik walaupun di tengah dampak pandemi Covid-19 ini, dimana selama tahun 2020 jumlah pendaftaran haji melalui Bank Nagari Syariah adalah sebanyak 2.853 orang dan dalam tahun ini yaitu Januari 2021 sampai Juni 2021 sebanyak 634 orang. Apabila pandemi ini mereda diperkirakan jumlah pendaftaran haji melalui Bank Nagari Syariah akan kembali meningkat signifikan,” katanya.
Menariknya, kata M Irsyad, masyarakat yang menggunakan layanan E-Channel Syariah juga bertumbuh dengan baik dan pesat yaitu layanan auto debet, cash management, portal payment, SMS notifikasi, SMS Banking, QRIS, Lapau Nagari (agen laku pandai) dan pengguna Nagari Mobile Banking. Masyarakat dimanjakan dengan berbagai kemudahan dan penawaran menarik dari program-program promosi layanan E-Channel Bank Nagari Syariah tersebut.
“Market share aset Bank Nagari Syariah terhadap keseluruh Perbankan Syariah di Sumatera Barat juga meningkat, yaitu dari 26,71 persen tahun 2019 menjadi saat ini 30,15 persen. Market share penghimpunan dana masyarakat juga meningkat yaitu dari 32,66 persen tahun 2019 menjadi saat ini 34,56 persen. Market share pembiayaan yang disalurkan kepada masyarakat juga meningkat dari 28,72 persen pada tahun 2019 menjadi saat ini 35,60 persen,” kata M Irsyad.
Gusti Candra, Direktur Kredit dan Syariah, menambahkan, dengan kinerja yang membanggakan tersebut tercermin dari rasio-rasio keuangan yang baik. Seperti peran intermediasi perbankan yang tergambar dari Financing Deposit Ratio (FDR) per posisi Juni 2021 mencapai 77,14 persen, meningkat dari FDR tahun 2020 yang sebesar 75,67 persen. Kemampuan menghasilkan pendapatan yang tergambar dari rasio Net Operating Margin (NOM) per posisi Juni 2021 mencapai 2,13 persen, meningkat dari NOM tahun 2020 yang sebesar 2,10 persen.
“Efektifitas operasional usaha yang tergambar dari rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) per posisi Juni 2021 sebesar 65,53 persen, mampu diturunkan dari posisi Desember 2020 yang sebesar 80,76 persen. Tingkat pembiayaan bermasalah yang tercermin dari rasio Non Performing Financing (NPF) terus membaik yaitu di posisi Juni 2021 sebesar 1,92 persen, berhasil diturunkan dari posisi Desember 2020 yang sebesar 2,27 persen,” katanya.
Untuk laba bersih yang disumbangkan UUS Bank Nagari kepada Induknya sampai dengan posisi Juni 2021 mencapai Rp 38,8 miliar. Memperhatikan pencapaian sampai dengan posisi Juni 2021 tersebut, maka target laba bersih UUS tahun 2021 sebesar Rp 63 Miliar akan dapat dicapai.
Muhammad Irsyad, menerangkan dengan kinerja yang senantiasa dalam kategori baik tersebut maka Bank Nagari Syariah konsisten mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari lembaga berkompeten. Terakhir Bank Nagari Syariah dinobatkan sebagai “Bank Syariah Regional Terefisien” pada Anugerah Syariah Republika 2020.
M Irsyad menjelaskan kepada media apa saja kebijakan dan strategi yang telah dilakukan manajemen Bank Nagari untuk terus memperkuat Unit Usaha Syariah tersebut. “Memberikan pemahaman dan pelatihan kepada seluruh pejabat dan pegawai tentang Perbankan Syariah. Saat ini semua pegawai pada semua tingkatkan telah mendapatkan pelatihan dasar perbankan syariah,” katanya.
Pelatihan yang bersifat spesifik juga telah diberikan kepada personel-personel terkait. Pelatihan tersebut semakin meningkatkan kepercayaan diri pegawai untuk memasarkan dan melayani berbagai kebutuhan masyarakat tentang perbankan syariah. Tidak hanya pegawai, Dewan Komisaris dan Direksi juga terus menempa diri dengan mengikuti berbagai workshop, FGD dan seminar-seminar tentang ekonomi, keuangan dan perbankan syariah.
Pada akhir pemaparannya, Direktur Utama dan Direktur Kredit & Syariah menyampaikan beberapa kebijakan dan strategi kedepan yang akan dilakukan Bank Nagari untuk semakin memperkuat Unit Usaha Syariah serta sekaligus meningkatkan pemahaman dan peningkatan layanan perbankan syariah oleh masyarakat, yaitu di antaranya.
M Irsyad menutup sesi diskusi dengan media tersebut dengan menyampaikan bahwa manajemen dan seluruh pegawai Bank Nagari berkomitmen dan bekerja keras ditengah pandemi wabah Covid-19 ini untuk terus memperkuat Uit Usaha Syariah Bank Nagari agar keinginan dan kebutuhan masyarakat Sumatera Barat akan produk, jasa dan layanan perbankan secara syariah dapat disediakan dengan sebaik-baiknya. (r)






