AIA PACAH, METRO–Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Padang, Arfian memastikan Pemko Padang sudah mulai menerapkan work from home (WFH) sejak hari pertama pari pertama pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro di Kota Padang, Kamis (8/7). ASN yang bekerja di kantor hanya 25 persen saja.
“WFH sudah kita terapkan mulai Kamis ini. WFH akan berlangsung sampai 20 Juli mendatang,” kata Arfian.
Ia menjelaskan, sebanyak 75 persen dari ASN Pemko Padang bekerja di rumah. Hanya 25 persen yang masuk kantor. Kecuali OPD yang mengurus pelayanan publik seperti rumah sakit atau puskesmas, Disdukcapil. Petugas yang melayani masyarakat harus selalu hadir dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
Pengaturan sistem kerja work from home ini, terang Arfian, diserahkan sepenuhnya pada kepala OPD masing-masing. Mereka yang mengatur ASN yang masuk dan bekerja setiap harinya secara bergantian.
“Pertukarannya bisa saja seminggu atau per tiga hari. Tergantung pimpinan OPD masing-masing,” tandas Arfian lagi.
Pantauan POSMETRO, kemarin di kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH), sebagian ASN terlihat masuk kerja. Salah seorang ASN mengatakan bahwa pada Senin, dirinya mendapat jadwal WFH. “Makanya, kerja yang tak bisa dikerjakan di rumah, diselesaikan dulu sekarang, karena Senin depan, jadwal saya WFH,” tandasnya. (tin)






