LIMAPULUH KOTA, METRO–Penjualan Benih Ikan di Pasar Benih Ikan Nagari Andaleh, Kecamatan Luak, Kabupaten Lima Puluh Kota, sejak pendemi Covid-19 mewabah di Indonesia, mengalami penurunan drastis. Ditandai dengan lengangnya pengunjung Pasar Benih Ikan dan permintaan dari luar provinsi Sumatera Barat.
Sebelum pendemi Covid-19 mewabah di Indonesia, permintaan Benih Ikan di Pasar Benih Ikan Andaleh dalam sehari mencapai 30 ribu. Dan saat pendemi melanda hingga saat ini perhari paling tinggi permintaan hanya 10 ribu. Baik lokal maupun luar provinsi Sumatera Barat.
“Pendemi Covid-19 ini besar pengaruhnya terhadap permintaan Benih Ikan. Dulu sehari bisa mencapai 30 ribu, sejak pendemi hanya tinggal 10 ribu saja. Lebih dari 50 persen hilangnya permintaan baik lokal maupun luar provinsi seperti Riau, Bengkulu, Jambi dan Palembang,” ungkap Pengelola Pasar Benih Ikan Andaleh, Elvis, Kamis (8/7) di Pasar Benih Andaleh, kepada wartawan.
Disampaikannya, meski jumlan permintaan terhadap bibit Benih Ikan jauh menurun, disampaikan Elvis, kualitas bibit Benih Ikan asal Andaleh tetap menjadi nomor Satu. “Bagi kita kualitas atau mutu Benih Ikan ini menjadi prioritas. Benih Ikan yang masuk di Pasar Benih Ikan Andaleh, harus melewati seleksi yang ketat. Kita tidak asal menerima, kita lihat dulu kualitasnya,” sebutnya.
Selain berbagai jenis Benih Ikan seperti Ikan Nila Arwana, Nila Give, Nila Albino, Gurami Putih dan Biasa, Patin, Lele, Paweh atau Nilem, Rayo, yang banyak diminta di pasaran, di Pasar Benih Ikan Andaleh juga tersedia Ikan Koi. Namun untuk harga ikan Koi, beragam mulai dari 30 ribu perekor hingga jutaan. “Ikan ini beda, tergantung jenis dan ketampanannya,” ucapnya.
Pasar Benih Ikan Andaleh disampaikan Elvis, menampung seluruh bibit ikan dari hasil budidaya masyarakat sekitar. “Ini berada di bawah Koperasi Usaha Perikanan. Jadi kita Koperasi yang menampung hasil budidaya Benih Ikan Masyarakat. Dan rendahnya permintaan akibat pendemi ini tentu berdampak kepada pendapatan petani pembudidaya Benih Ikan,” sebutnya.
Salah seorang Pedagang keliling Benih Ikan lokal di Lima Puluh Kota, Anas, mengakui miminnya permintaan akan Benih Ikan di masyarakat sejak terjadinya Pendemi Covid-19. Namun, Anas tidak tahu pasti apa penyebabnya.”Memang permintaan turun dibanding sebelum pendemi. Apa penyebabnya kita tak tahu,” ungkapnya.
Disampaikannya, saat ini permintaan Benih Ikan yang paling banyak di masyarakat adalah Benih Ikan Nilam atau Paweh. Kemudian Nila dan Gurami. “Permintaan yang banyak itu Benih Ikan Paweh, Nila dan Gurami,” sebutnya.
Baik pengelola Pasar Benih Ikan maupun pedagang Benih Ikan keliling mengaku bahwa saat ini yang menjadi kendala adalah soal pemasaran. Dengan upaya menggalakkan budidaya Ikan air tawar oleh Pemerintah akan menambah gairah para petani Benih Ikan di Andaleh. (uus)






