SAWAHLUNTO, METRO–Pemko Sawahlunto memberikan bantuan biaya penggantian berburu hama tupai sebesar Rp5 ribu perekor. Melalui pemberantasan hama tupai dengan berburu ini diharapkan hasil panen dari pertanian para petani dapat meningkat.
Walikota Sawahlunto Deri Asta, yang menyerahkan bantuan kepada petani di Dusun Tigo Tingka Desa Lunto Timur Kecamatan Lembah Segar menyampaikan, bahwa lahan dan tanaman pertanian mutlak selalu dijaga dan dirawat agar hasil panen dapat sesuai harapan. Jika tidak, dengan diganggu oleh hama tentu sangat berdampak mengurangi hasil panen.
“Kami hadir membantu dengan penggantian biaya berburu hama tupai ini. Meski tidak terlalu besar, saat ini dianggarkan Rp. 5 ribu/ekor, namun kami yakin ini bermanfaat besar dalam memotivasi serta menambah pendapatan para petani kita,” sebut Deri Asta di hadapan puluhan petani peserta kegiatan berburu tupai dari sejumlah kelompok tani di Desa Lunto Timur itu, Minggu (5/7).
Untuk mendapatkan program bantuan penggantian biaya berburu hama tupai ini, para petani dapat mengikutinya melalui kelompok – kelompok. Hal itu dijelaskan Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Sawahlunto, Henny Purwaningsih, yang melaporkan bahwa nanti untuk pembayaran penggantian biaya berburu tupai ini dilaksanakan secara nontunai.
“Jadi silahkan bapak – bapak petani, bentuk kelompoknya, nanti setelah selesai berburu, perwakilan kelompok datang ke Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Sawahlunto dengan membawa ekor tupai yang telah berhasil ditempat. Nanti di Dinas kami akan bantu menguruskan administrasinya. Setelah itu baru kita transfer bantuan pembayarannya pada rekening perwakilan kelompok,” kata Henny.
Kegiatan berburu hama tupai di Desa Lunto Timur ini, seperti yang diinformasikan Kades Lunto Timur, Wetrianto, terus berlangsung setidaknya sekali 2 minggu. Dilaksanakan bergantian setiap dusunnya. “Memang di sini hama tupai itu banyak, sangat menganggu pada tanaman – tanaman yang ada. Karena itu kami rutin melaksanakan berburu tupai ini untuk memberantas hama tersebut,” kata Wetrianto. (pin)






