Laga pembuka 8 besar atau perempat final Euro 2020, Timnas Swiss akan berhadapan dengan Timnas Spanyol. Pertandingan ini akan doigelar di Krestovsky Stadium, Saint Petersburg, Rusia, Jumat (2/7) malam pukul 23:00 WIB. Pemenangnya akan menghadapi Belgia atau Italia di semifinal.
Banyak kejutan yang sudah tersaji di turnamen ini. Salah satunya adalah kekalahan sang juara dunia Prancis dari Swiss di babak 16 besar lewat adu penalti.
Dalam laga itu, Swiss unggul lewat gol Haris Seferovic menit 15. Prancis berbalik memimpin 3-1 hingga menit 75, dan Swiss mencetak dua gol balasan melalui Seferovic menit 81 serta Mario Gavranovic menit 90. Swiss kemudian menang adu penalti 5-4 dan lolos ke perempat final Euro untuk pertama kalinya.
Seperti halnya Swiss yang sukses menggulung tim besar seperti Prancis. Ini adalah modal menaikan mental Granit Xhaka dan kawan-kawan menghadapi Spanyol.
Kejutan yang telah dicatat tim Swiss inilah yang akan diwaspadai Spanyol saat ini ditukangi Luis Enrique. Pasalnya, Swiss, yang menjadi tim kuda hitam di Euro 2020 diprediksi tak akan mengendurkan kerja keras dan semangat mereka untuk mencapai hal lebih tinggi lagi.
Tim Matador Spanyol akan dituntut untuk membuktikan kemampuan mereka sebagai favorit juara setelah tampil kurang greget sejak fase grup.
Diketahui Swiss merupakan tim peringkat ketiga di Grup A. Atau berada di bawah Italia dan Wales sebagai urutan pertama dan kedua.
Di awal laga penyisihan grup, Swiss menorehkan hasil imbang 1-1 lawan Wales. Lalu Swiss harus menelan pil pahit kala dibantai Italia 3-0.
Swiss memastikan tempat ketiga grup dengan menang atas Turki 3-1. Lolos ke babak 16 besar, Swiss mengalahkan Prancis lewat adu penalti 5-4 setelah 120 menit laga berlangsung imbang 3-3.
Kemenangan tersebut memang di luar dugaan, tim yang tak diunggulkan seperti Swiss dapat mengalahkan juara Piala Dunia 2018.
Meskipun menang lewat adu penalti, Granit Xhaka dan kawan-kawan berhasil membuat Paul Pogba cs angkat koper pulang.
Padahal dilihat dari materi pemain, Prancis lebih diunggulkan ketimbang Swiss, dengan adanya Karim Benzema, Antoine Griezmann dan Mbappe di lini depan.
Kemudian lini tengah terdapat Pogba, Kante, hingga Rabiot.
Lini belakang ada bek Real Madrid, Varane, Kimpembe, dan sang kiper Hugo Lloris.
Namun semuanya itu ternyata tak menciutkan nyali pasukan Vladimir Petkovic ini, Prancispun disingkirkannya.
Dari statistik transfermarkt, Swiss memiliki penyerang yang menjadi top skor sementara tim. Ialah Haris Seferovic yang mengemas 3 gol.
Seferovic bisa saja menjadi top skor Euro 2021 mengingat sang pemuncak Cristiano Ronaldo dengan 5 gol sudah gugur bersama Portugal di fase 16 besar.
Dirinya hanya berharap agar nama-nama pencetak gol lainnya tak menambah golnya, mereka di antaranya seperti Striker Ceko, Patrik Schick dengan 4 gol hingga Sterling dan Lukaku dengan 3 gol.
Kemudian ketajaman lini depan diproduksi oleh nama Xherdan Shaqiri dengan 2 gol, Gavranovic dan Breel Embolo masing-masing 1 gol.
Lantas suksesi ini serangan tak akan terlaksana berkat barisan para pengumpan untuk terciptanya gol. Adalah gelandang kiri Steven Zuber
Namun materi pemain tak cukup untuk lolos ke fase selanjutnya selain faktor keberuntungan dan strategi tim.
Swiss pastinya akan bermain total melakukan perlawana terhadap Spanyol demi misi mencatatkan sejarah lebih dari lolos dari 8 besar Euro.
Sementara itu, Spanyol sudah mulai kembali menunjukkan taringnya. Hanya bisa imbang dan mencetak satu gol dalam dua laga pertamanya di fase grup, Spanyol kemudian mencetak 10 gol ke gawang Slovakia dan Kroasia dalam dua laga berikutnya.
Kemenangan 5-0 atas Slovakia memastikan Spanyol ke babak 16 besar. Di babak itu, Spanyol menumbangkan Kroasia lewat extra time dengan skor 5-3. Spanyol mengalahkan runner-up Piala Dunia itu melalui gol-gol Pablo Sarabia, Cesar Azpilicueta. Ferran Torres, Alvaro Morata, dan Mikel Oyarzabal.
Di laga kontra Kroasia, kiper Unai Simon melakukan sebuah blunder fatal yang membuat timnya tertinggal. Namun, dia bangkit dan melakukan sejumlah penyelamatan krusia untuk membantu La Furia Roja lolos ke perempat final.
Namun demikian, setelah peristiwa itu, ia banyak mengambil pelajaran dan menerima nasihat dari pemain senior.
Kiper 24 tahun ini pun berbicara tentang karakter tim yang ditunjukkan oleh Spanyol setelah tertinggal dari gol bunuh diri kemudian bangkit menang.
“Para senior selalu memberi tahu kami bahwa turnamen besar dimenangkan oleh tim, bukan nama, dan kami adalah tim,” kata dia.
“Saya tidak tahu seberapa jauh kami akan melangkah, tetapi semua orang dapat melihat betapa bersatunya kami dan apa pun yang terjadi. Jika kita ke belakang atau ke depan, kita semua bersama-sama,” tambahnya.
Jelang laga Swiss vs Spanyol, Unai Simon menegaskan timnya tidak lebih senang menghadapi Swiss daripada Prancis.
“Ini pertandingan perempat final, kami tidak bergantung pada lawan kami, kami bergantung pada diri kami sendiri,” kata Simon, dilansir reuters.
Menatap laga nanti, Spanyol membawa harapan untuk mengulang masa emas juara Euro pada 1964, 2008 dan 2012.
Gol-gol yang telah disarangkan ke gawang lawan di dua partai terakhir membuktikan lini serang La Roja semakin tajam dan patut diwaspadai.
Saat ini Spanyol memiliki lima pencetak gol, mulai dari striker Morata, lalu gelandang sayap Sarabia, Ferran Torres, Oyarzabal, dan bek Azpilicueta.
Spanyol di edisi Euro ini adalah tim yang pekerja keras dan bersemangat untuk memenangkan Piala.
Sebagaimana diketahui, skuad Spanyol di Euro 2021 dihuni oleh tenaga muda yang beberapa diantaranya tetap dipadukan dengan pemain senior.
Kiprah Spanyol di Euro 2021 bersama para pemain muda dan senior pun sampai ke babak Perempat Final.
Capaian ini merupakan yang terbaik semenjak mereka mengangkat Piala Eropa 2012 silam, karena setelah itu mereka hanya mentok di 16 besar.
Di Piala Dunia 2014 yang digelar di Brasil, Spanyol gagal lolos dari fase grup, sedangkan di Euro 2016 La Furia Roja kalah di 16 besar setelah tumbang 0-2 dari Italia.
Pertemuan terakhir Swiss dan Spanyol di major tournament adalah di penyisihan grup Piala Dunia 2010. Waktu itu, Swiss menaklukkan Spanyol 1-0 lewat gol tunggal Gelson Fernandes. Itu adalah satu-satunya kemenangan Swiss dalam 22 pertemuan dengan Spanyol sejauh ini.
Dua pertemuan terakhir Swiss dan Spanyol tersaji di ajang UEFA Nations League pada tahun 2020. Bulan Oktober, Spanyol mengalahkan Swiss 1-0 di kota Madrid lewat gol tunggal Mikel Oyarzabal. Bulan November, mereka bermain imbang 1-1 di Basel, di mana gol pembuka Remu Freluer untuk Swiss menit 26 dibalas oleh Gerard Moreno menit 89.
Kali ini, Swiss dan Spanyol bertemu di perempat final Euro 2020. Mereka adalah tim tim yang sudah menyingkirkan dua finalis Piala Dunia 2018. Siapakah yang akan melenggang ke semifinal?
Player to Watch:
Swiss: Xherdan Shaqiri
Xherdan Shaqiri akan kembali menjadi tumpian Swiss di lini tengah. Dia akan membantu pasukan Petkovic membangun serangan.
Berkat kepiawaiannya sebagai gelandang, pemain Liverpool ini bahkan diganjar predikat Star of the Match yang diumumkan UEFA di laman resminya. Kontribusi Shaqiri untuk menjaga asa timnya berlaga di fase gugur di sisi lain juga menarik perhatian sejumlah pihak.
Spanyol: Alvaro Morata
Mengantongi dua gol, yang menjadi gol terbanyak di skuat Spanyol, Morata seakan belum kehilangan tajinya di Euro 20.
Penyerang Juventus ini baru saja menyamai rekor Fernando Torres sebagai pencetak gol terbanyak Spanyol di ajang kejuaraan Piala Eropa, saat mecetak gol ke gawang Kroasia.
Jumlah gol milik Alvaro Morata sepanjang penampilannya di ajang kejuaraan sepak bola antarnegara Eropa sudah mencapai lima buah. (*/rgr)





