Timnas Prancis akan berhadapan dengan Timnas Swiss di babak 16 besar Euro 2020, Selasa (29/6) pukul 02.00 WIB. Pertandingan ini akan digelar di Arena Nationala, Bucharest. Pemenangnya akan menghadapi Kroasia atau Spanyol di perempat final.
Bek sayap kanan Swiss, Silvan Widmer tak takut menghadapi Prancis yang notabenenya kandidat juara Euro 2021. Dari kiper hingga striker, Prancis dihuni dengan pemain kelas wahid.
Dari sekian banyak bintang di kubu Pracis, mungkin hanya satu yang akan menjadi sorotan pemain Swiss, tak lain dan tak bukan adalah Kylian Mbappe.
Di awal turnamen, Prancis begitu diunggulkan untuk menjadi juara. Namun, perjuangan sang juara dunia di grup neraka (Grup F) menemui sejumlah rintangan. Setelah menaklukkan Jerman 1-0, mereka bermain imbang dengan Hungaria (1-1) dan juara bertahan Portugal (2-2), tapi tetap bisa finis sebagai juara grup.
Antoine Griezmann mencetak satu gol ke gawang Hungaria, sedangkan Karim Benzema menyarangkan dua gol kontra Portugal. Kylian Mbappe belum menunjukkan tajinya.
Prancis perlu melakukan sejumlah pembenahan, terutama di barisan pertahanan. Swiss, yang merupakan peringkat tiga Grup A di belakang Italia dan Wales, berpotensi membahayakan.
Breel Embolo yang mencetak satu gol ke gawang Wales, serta Haris Seferovic dan Xherdan Shaqiri yang membawa Swiss memukul Turki 3-1 adalah beberapa pemain yang harus diwaspadai oleh Prancis.
Prancis mungkin belum sepenuhnya meyakinkan. Namun, Prancis punya kualitas untuk mengalahkan siapa saja, terutama jika pelatih Didier Deschamps mampu memulihkan performa pasukannya.
Selain itu, sejarah pertemuan juga berpihak pada mereka. Dalam 38 pertemuan mereka sejauh ini, Prancis menang 16 kali, sedangkan Swiss 12 kali menang.
Yang perlu dicatat, semua kekalahan mereka dari Swiss (12) dialami Prancis dalam laga-laga uji coba. Dalam laga-laga kompetitif kontra Swiss sejauh ini, Prancis belum pernah kalah (M2 S4 K0). Oleh karena itu, Les Blues pun sepertinya tetap pantas untuk difavoritkan menang.
Soal produktivitas, Les Bleus mencetak 4 gol dan kebobolan 3 kali dalam 3 pertandingan. Berdasarkan catatan Whoscored, Perancis membuat rerata 10 upaya mencetak gol dan 3 tepat sasaran.
Meskipun minim peluang, hal itu cukup positif karena kualitas lawan yang mereka hadapi. Hal berbeda ditunjukkan oleh Swiss. Rata-rata Granit Xhaka dan kolega membuat 13 peluang mencetak gol dengan 5 di antaranya tepat sasaran.
Namun, saat menghadapi lawan yang lebih baik seperti Italia, mereka hanya membuat 1 shot on goal. Kendati lebih diunggulkan, bek Perancis Presnel Kimpembe, menyebut timnya tidak boleh meremehkan Swiss.
Pasalnya, La Nati kerap merepotkan Les Bleus, seperti yang mereka lakukan di EURO 2016.
“Kami tidak melihat diri kami sebagai favorit. Kami akan menjalani pertandingan babak 16 besar melawan Swiss ini dengan sangat serius karena mereka tidak akan membuat segalanya mudah bagi kami,” kata Kimpembe.
Di lain pihak, penyerang Swiss Breel Embolo menyebut timnya akan bekerja keras untuk menang. Dengan kualitas skuat yang dimiliki Swiss saat ini, dia yakin La Nati mampu merepotkan Perancis, bahkan lolos ke babak berikutnya.
Permainan yang kolektif, disebut Embolo sebagai kunci untuk Swiss. Mereka harus bermain dengan performa terbaik supaya bisa mengimbangi Perancis.
“Secara umum, saya merasa sangat baik tentang keseluruhan tim. Kami memiliki tim yang sangat bagus. Di babak grup kami bermain bagus karena kerja tim,” kata Embolo dikutip dari situs web resmi UEFA.
Ditambahkan, Ricardo Rodriguez menegaskan ia dan rekan-rekannya di tim nasional Swiss harus bisa memanfaatkan kesempatan sekecil apapun saat melawan Prancis
Rodriguez menyadari menghadapi Prancis yang berstatus juara dunia, timnya bersiap untuk tidak terlalu banyak memperoleh peluang, tetapi jika bisa memanfaatkannya.
“Kami harus bertahan dengan sangat rapat dan memanfaatkan setiap kesempatan sekecil apapun,” kata Rodriguez dikutip Reuters, Jumat malam tadi.
“Tapi, dalam turnamen semacam ini segalanya bisa terjadi. Kondisi kami bagus dan siap,” ujarnya menambahkan. (*/rgr)






