SAWAHLUNTO, METRO–Sebulan telah berlalu pascaambruknya dermaga Danau Tandikek memakan korban 5 orang warga Sawahlunto, namun peristiwa senja kelam itu masih membuat trauma bagi keluarga korban. Kejadian tersebut, di saat korban tengah berwisata foto untuk menikmati indahnya pemandangan Danau Tandikek di sore hari, Rabu (26/5) masih suasana liburan Idul Fitri 1442 H.
Akan tetapi peristiwa tersebut masih menimbulkan duka mendalam dan trauma bagi keluarga korban dan juga bagi korban sendiri yang selamat pada saat peristiwa naas senja naas tersebut.
Saat ditemui di rumah keluarga korban Gita (31) dan Doni (31) sepasang suami istri ini menjelaskan, suasana berduka dan kesedihannya kepada Posmetro. Gita menjelaskan, yang telah meninggal akibat kecelakaan ambruknya Dermaga Kandih tersebut adalah seorang pamannya, 2 orang sepupunya dan seorang keponakannya, serta seorang lagi teman sepupunya yang sudah dianggap bagian keluarga.
Menurutnya trauma itu masih amat terasa bagi keluarganya. Terutama kakaknya “UC” (45) dan “Na” (4) yang termasuk korban selamat. Di mana sampai saat ini “UC” sangat sedih, sehingga membuatnya hampir setiap pagi pergi ke pemakaman keluarga untuk melihat kuburan anak laki-lakinya “LS” yang menjadi korban jiwa.
Tidak hanya sampai disitu “UC” yang juga saat ini sedang menjalani pengobatan kemoterapi untuk kesembuhan penyakit yang dideritanya, sudah tidak semangat lagi untuk sembuh. “Kami selalu bujuk dan motivasi dari pihak keluarga untuk kesembuhannya agar mauelanjutkan pengobatannya lagi,” tutur Gita, sembari menundukkan kepala tak kuasa menahan air matanya menceritakan penderitaan keluarga besarnya ketika dikunjungi POSMETRO di rumahnya, Jumat (25/6).
Ditambah lagi dengan keadaan keponakan mereka yang menjadi korban selamat “NA” (4) sampai hari ini masih sering trauma. Bila “NA” melihat jembatan atau bangunan yang seperti dermaga dia pasti akan teriak-teriak ketakutan. “Jangan lewat sana nanti jatuh ambruk jembatannya,” tutur Gita.
Gita sebagai adik dari korban selamat “UC” menyebutkan, keheranannya atas berita yang berbau klenik beredar, di mana dalam berita tersebut mengatakan, bahwa pihak keluarga bersaksi bahwa kejadian tersebut akibat adanya ular besar hitam yang menghantam dermaga kandih. “ Disini kami pihak keluarga meluruskan bahwa tidak pernah kami berbicara kepada wartawan mengenai informasi adanya ular besar hitam yang menabrak dermaga tersebut. Itu tidak benar sampai sekarang pun kakak saya “UC” belum mau berbicara dengan orang diluar keluarga dekat, jadi keterangan tersebut adalah hoax,” tegas Gita.
Sebagai pihak keluarga Gita dan Doni mengungkapkan, melihat kondisi keluarganya saat ini, mereka cuma menfokuskan untuk pemulihan mental dan psikologi keluarganya. “Kami sangat iba melihat kondisi keluarga besar kami yang selamat dari peristiwa naas tersebut. Kami sangat berharap keluarga kami yang selamat ini dapat sembuh dari trauma mereka. Kami ingin semuanya kembali semangat menjalani kehidupan ke depannya. Dan sekarang meski sudah sebulan berlalu rasa kehilangan itu masih terasa,” ujar Gita, yang dimani Doni.
Di sini Doni menuturkan, pascakejadian pihak pemerintah sudah banyak memberikan bantuan dalam segi apapun termasuk kemudahan pengurusan administrasi dan keuangan. “ Iya kalau perhatian dari Pemko Sawahlunto terhadap kami keluarga korban cukup banyak. Untuk saat ini pihak keluarga mengikhlaskan kepergian para korban. Untuk proses hukum biarlah pihak yang berwajib mengurusnya. Kemarin dua orang korban yang selamat atas nama “IN” dan “AL” sudah 2 kali dipanggil polisi untuk menjadi saksi pengindentifikasian bukti-bukti melalui rekaman video. Kita menunggu proses yang berlangsung,” kata Doni.
Terpisah, Kapolres Sawahlunto AKBP Junaidi Nur SIK yang sedang menghadiri vaksinasi sinovac Covid 19 di Polsek Kota Sawahlunto Kamis (24/6) mengungkapkan, sampai saat ini proses penyelidikan masih berlangsung. “ Pihak Reskrim Sawahlunto sudah memanggil para pihak yang terkait kasus ini, kami akan menjalani sesuai standar penyelidikan, untuk mengetahui lebih mendalam kasus ini. Pihak kami sudah mendatangkan saksi ahli. Kami serius menangani proses penyelidikan terkait 5 orang korban meninggal dunia pada tragedi ambruknya Dermaga Kandih di Danau Tandikek ini,” ungkapnya. (pin)






