BERITA UTAMA

Berkeliaran di Areal Perkebunan Warga, Beruang Madu Seberat 80 Kg Masuk Perangkap di Limapuluh Kota

0
×

Berkeliaran di Areal Perkebunan Warga, Beruang Madu Seberat 80 Kg Masuk Perangkap di Limapuluh Kota

Sebarkan artikel ini
MASUK PERANGKAP— Beruang madu masuk dalam perangkap yang dipasang oleh BKSDA Limapuluh Kota.

LIMAPULUH KOTA, METRO–Beruang Madu seberat 80 Kilogram (Kg) yang sempat meresahkan warga, akhirnya berhasil masuk perangkap milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Limapuluh Kota, Minggu (20/6) sekitar pukul 23.00 WIB. Perangkap tersebut yang sudah terpasang sejak pertengahan puasa Ramadhan 1442 H/2021 M lalu

Dengan telah berhasilnya masuk perangkap, ma­ka keresahan warga Rimbo Piobang, Jorong Katinggian, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Ko­ta, akhirnya hilang. Mengingat, sejak pertengahan puasa lalu itu, diketahui durian milik warga di Rimbo Piobang, habis diruntuhi atau dipetik Beruang.

Bahkan beberapa kali pernah terlihat oleh warga sekitar dalam jarak yang cukup dekat sedang memakan buah durian milik warga sekitar. Pihak BKSDA Limapuluh Kota yang men­dapat informasi ada beruang masuk dan memakan buah durian warga, langsung mendatangi lokasi dan memasang perang­kap.

Beberapa waktu setelah perangkap dipasang yang diberi umpan durian yang sudah diruntuhkannya, pernah masuk dalam perangkap. Naas, Beruang itu berhasil lepas dari perangka karena pihak BKSDA tidak memasang pengait atau pengunci. Dan baru kemarin, Minggu (20/6) tengah malam kembali masuk perangkap

Baca Juga  Dua Sekawan Gagal Pesta Sabu

“Memang benar ada beruang madu jenis ke­lamin jantan, berat lebih kurang 80 kg. Lokasi terperangkap di Jorong Katinggian, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau. Pasang perangkap sekitar pertengahan puasa, masuk perangkap Minggu malam, sekitar jam 11 malam,” ungkap Kepala BKSDA Resor Lima Puluh Kota, Martias, kepada wartawan, Selasa (22/6)

Disampaikan Martias, Beruang Madu itu berhasil dievakuasi pihak BKSDA dibantu masyarakat sekitar. Dan kondisi fisik Beruang disampaikan Martias, sangat sehat dan siap untuk dilepasliarkan kembali ke habitanya hutan konservasi milik BKSDA.

“Kondisinya baik, sehat, dan kita sudah bebasliarkan kembali ke hutan konservasi. Mudah-mudahan cepat beradaptasi dan tidak kembali lagi ke areal pertanian dan perkebunan ma­syarakat,” ucap Martias.

Sebelumnya diketahui, Beruang terlihat oleh ma­syarakat petani kebun Rim­bo Piobang beberapa kali. Dan teelihat buah Durian Muda milik ma­syarakat sekitar sudah terlihat berjatuhan termasuk dahan-dahan durian juga ikut patah-patah. Karena, sudah terlihat beberapa kali, sehingga ma­syarakat mulai khawatir dan cemas.

Baca Juga  Dukungan kepada Mardiono Menguat Jelang Muktamar

Camat Harau, Andri Yasmen, mengakui sejak beberapa hari terakhir masyarakat di Jorong Ketinggian, melihat Beruang di daerah perkebunan Durian. Meski memang meruntuhkan buah durian ma­sya­rakat yang masih muda.

“Memang ada pernah terlihat oleh masyarakat satu ekor beruang madu. Saat ini musim durian. Dan memang terlihat buah durian muda masyarakat di­run­tuhkannya,” ucap Camat Andri Yasmen.

Camat Harau menyebut, lokasi tempat terlihatnya beruang madu ukuran besar itu, jauh dari kawasan pemukiman warga. Namun, Camat meminta kepada masyarakat untuk tetap hati-hati ketika ke kebun. Dan jangan sampai menyakiti hewan dilindungi tersebut.

“Kita himbau kepada warga jangan sampai menyakiti hewan itu. Kalau dengan menokok kaleng supaya dia menjauh tidak apa. Kita laporkan saja kapda BKSDA Limapuluh Kota. Dan kita sudah me­lakukan koordinasi dengan pihak BKSDA,” terang Camat. (uus)