PDG.PARIAMAN, METRO–Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Kabupaten Padangpariaman hingga tidak bisa mengalirkan air ke rumah rumah masyarakat. Akibatnya, hingga telah ratusan masyarakat yang beralih ke sumur bor, karena air alah kebutuhan hidup masyarakat. Akirman salah seorang konsumen PDAM, menyatakan, hingga air PDAM tidak hidup hidup di rumahnya telah hampir dua tahun. Padahal, air PDAM kalau hidup selalu tepat waktu membayar tagihannya. Namun, sekarang air PDAM tidak hidup tentu apa yang akan dibayar.
“Kita berharap kepada Bupati Padangpariaman agar ada perubahan dalam persoalan air PDAM ini. Sebab, kita sangat membutuhkan air. Sekarang kita terpaksa mencari air untuk mandi ke tempat pemandian umum dalam korong ini,” ujarnya.
Sekarang Bupati Padangpariaman Suhatri Bur, kemarin menghadiri acara pemaparan proposal pemetaan jaringan pipa distribusi oleh tim P3M Akartika Magelang di Kantor Pusat Lubuk Alung PDAM Kabupaten Padangpariaman.
Bupati Padangpariaman mengatakan berbicara persoalan pemetaan jaringan pipa dsitribusi tentu jelas yang akan dibayarkan yakninya air, kemudian jika berhubungan dengan air sebagai karyawan PDAM hal yang paling diutamakan yakninya bagaimana bisa mememenuhi kebutuhan konsumen, oleh sebab itu terkait pipa distribusi tentu hal yang diutamakan yakninya jaringan pembagian air yang sampai ke konsumen dari bahan pengolahan.
“Jika peningkatan PDAM Padangpariaman menjadi persero tentu tinggi harapan kita bagaiamana konsumen betul merasakan manfaat serta merasa nyaman terhadap pemenuhan kebutuhan konsumen dan konsumen tersebut mau bertanggungjawab dan membayarkan kewajibannya, tentu untuk memenuhi hal tersebut perlu beberapa hal yang harus dilakukan untuk peningkatan pelayanan tersebut,” ungkapnya
Ia berharap agar Kabupaten Padangpariaman bisa mendapatkan jaringan distribusi tersebut, karena hingga saat ini PDAM belum bisa berdiri sendiri, meningat PDAM masih berstatus subsidi sehingga saat ini hanya bisa memberikan hak dari pegawai PDAM.
Ini merupakan sebuah tantangan bagaiamana PDAM kedepannya mendapatkan hasil,dan juga berkontribusi terhadap pendapatan daerah, tentunya langkah-langkah yang harus diambil selain pengajuan proposal juga harus adanya pemetaan pipa jaringan distribusi yang patut diganti.
Lebih telisik katanya, bagian mana yang bocor dan debit airnya tidak sesuai lagi, jaringan masuk ke konsumen diatas ternyata airnya dibawah ini merupakan permasalahan yang perlu dikaji untuk perubahan PDAM kedepannya menjadi lebih baik lagi.
Dengan adanya niat baik dan MBM yang telah diraih dan setiap tahunnya juga telah mendapatkan sambungan untuk masyarakat berpenghasilan rendah diatas seribu hingga tiga ribu, sehingga bagaimana bisa menyempurnakan dan meraih serta memanfaatkan apa yang ada di P3M Akartika Magelang. “Kami berharap agar dapat mengikuti pemaparan proposal pemetaan jaringan pipa distribusi oleh tim P3M Akartika Magelang ini dengan serius, sehingga nantinya dapat memberikan perubahan terhadap PDAM Padangpariaman kedepannya,” tandasnya.
Terpisah Direktur PDAM Padangpariaman Aminuddin mengakui air mati total di Kenagarian Paritmalintang. Disana butuh perbaikan sumber air untuk kelancaran air agar sampai ke rumah rumah masyarakat.” Kita sekarang lagi usahakan agar sumber air dapat kita perbaiki,” tambahnya.(efa)





