PAYAKUMBUH/50 KOTA

SDN 11 Payakumbuh,Menuju Adiwiyata Mandiri

0
×

SDN 11 Payakumbuh,Menuju Adiwiyata Mandiri

Sebarkan artikel ini
PERSIAPAN—Terlihat suasana para guru SD Negeri 11 Payakumbuh untuk persiapan apel pagi.

PDG.KADUDUAK, METRO–Setelah sukses meraih penghargaan Adiwiyata ting­kat Nasional, SD Negeri 11 Payakumbuh kini sedang giat mempersiapkan diri meng­hadapi penilaian Adiwiyata Mandiri. Untuk meraih peng­hargan adwiyata mandiri sekolah diwajibkan membina minimal 3 sekolah di wilayah kota atau kabupaten.

Senin (7/6) pagi, SDN 11 Payakumbuh yang dipimpin Hj. Syufriati di kelurahan Kapalo Koto Diate, tampak didatangi Tim Pembina Adi­wiyata Tingkat Provinsi Su­matera Barat didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup selaku leading sector.

Ikut hadir Kepala Dinas Pendidikan Kota Paya­kum­buh, Agustion diwakili Kasi Kurikulum SD, Nelwita, per­wakilan Dinas Kesehatan, Dinas perumahan, Camat Payakumbuh Utara, De­s­fitawarni, Lurah Kapalo Koto Diate Musleniyeti, Ketua ko­mite Anwar, K3S, Kepala se­kolah binaan dan unsur tokoh masyarakat dan majlis guru setempat.

“Selamat datang di SDN 11 Payakumbuh, kami ucap­kan. Inilah lingkungan hijau Kita di Kota Payakumbuh. Adiwiyata adalah sebuah program pemerintah dan bakal memotivasi kita di lem­baga pendidikan untuk pe­ningkatan kualitas. Untuk itu, kami Mohon arahan dari pembina,” ucap Syufriati yang acap meraih prestasi di tingkat nasional ini.

Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat diwakili Kasi Kapasitas Lingkungan Hidup, Aulia Ramadhani menggam­barkan aspek yang mesti ada dan disiapkan secara apik di sekolah yang bakal dinilai tim adiwiyata mandiri. Kesem­patan itu, Aulia,  menerangkan penggunaan aplikasi Adi­wiyata Terbaru, khususnya untuk SD Pius dan SMPN 9 Payakumbuh yang bakal ber­laga di Adiwiyata tingkat provinsi.

“Dan terkait indikator mes­ti diterapkan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup (GPBLH) dengan indi­kator, Perencanaan Gerakan PBLH,

Baca Juga  Bawaslu: Sanksi Berat bagi Masyarakat Penerima Politik Uang

Pelaksanaan Gerakan PB­LH, Pemantauan dan Eva­luasi Pelaksanaan Gerakan PBLH. Tetap jaga soliditas, koordinasi dan keber­sa­ma­an,” pesan Aulia.

Dari keterangan operator adiwiyata di SDN 11 Paya­kumbuh menerangkan pokja yang wajib ada. Yang pertama mesti ada administrasi adi­wiyata yang tertata apik. Selanjutnya kelengkapan fisik pokja masing-masing. Seperti kondisi gerbang, ruang guru, pekarangan dan plaza botani. Ketersediaan rumah bibit, green house, program UKS, mushalla, ruang belajar, pus­taka, galery, wc, sanitasi. Kemudian, pola peme­liha­raan tanaman di pekarangan sekolah, jenis tanaman dan penamaan taman.

“Selanjutnya kegiatan yang mendukung adiwiyata, con­toh kegiatan ekstra kurikuler, seni budaya, dokter kecil, hafidz. Di SDN 11 Paya­kumbuh punya Polisi Lingkungan yang terdiri dari 9 orang dan pem­binaan sudah di-sk-kan, de­ngan Program 1000 Kantong. Program ini sangat baik, program memungut sampah di luar lingkungan sekolah dan dimasukkan ke kantong yang dibawa siswa dari rumah. Selanjutnya sampah itu di­kum­pulkan di tempat pem­buangan sampah sementara. Kita juga apresiasi sarpras pencegahan covid-19 di se­kolah sesuai protokol kese­hatan,”ungkapnya.

Dinas Pendidikan melalui Kasi Kur SD, Nelwita mene­rangkan bahwa Pemko Paya­kumbuh melalui Dinas Pendi­dikan siap menyukseskan penilaian Adiwiyata mandiri di SDN 11 Payakumbuh.

“Penilaian Adiwiyata ini akan kita perjuangan ber­sama, salah satunya bentuk dukungan kita adalah pe­menuhan sarpras melalui DAK dan BOS untuk itu. Ter­masuk sarpras protkes. Se­lain itu, pembinaan dari OPD terkait sudah kita laksanakan secara koordinasi. Karena, untuk mengikuti adiwiyata mandiri ini, sekolah harus sudah mendapat prediket adiwiyata tingkat nasio­nal,”te­rang Nelwita.

Baca Juga  Tiga Pemain Asal Limapuluh Kota Lolos Seleksi Pra-PON Sepakbola Sumbar

Apresiasi juga diungkap­kan Camat Payakumbuh Uta­ra, Desfitawarni.

“Kita bangga bisa me­wakili Payakumbuh dan Sum­bar. Semua berkat binaan Bapak Walikota, Kepala dik­nas dan Kepala instansi ter­kait dan komite Pak Anwar. Bentuk dukungan kecamatan, berupa pembinaan dan goro yang kerap kami lakukan bersama. Untuk prestasi Pa­ya­kumbuh, Kita siap mem­bantu moril materil serta melibat donatur. SDN 11 Pa­ya­kumbuh adalah Kita, ke­luarga Kita dan milik Kita semua,”ungkap Desfitawarni diamini Lurah Tigo Koto Diate Musleniyeti.

Ungkapan senada juga disampaikan Ketua Komite, Anwar. “Kita dan semua se­kolah punya potensi, mari kita galakkan. Apa saja  yang akan kita dikerjakan di sekolah, mari selalu bersama warga. Karena kebersamaan adalah kunci sukses. Pastinya, usaha tidak akan mendustai hasil. Harapan, ini sebuah peng­hargaan bagi Payakumbuh. Terkhusus untuk SDN 11 Pa­ya­kumbuh yang dinobatkan sebagai kandidat adiwiyata mandiri. Mohon doa,”tandas Anwar.

Terpisah, Kadis LH Kota Payakumbuh, Dafrul Pasi menerangkan bahwa Peme­rintah kota Payakumbuh se­dang mempersiapkan seko­lah adiwiyata mandiri, yang akan berlomba di tingkat Provinsi Sumatera Barat yang diikuti oleh 11 Sekolah Dasar dan 9 Sekolah Menengah.

“Pembinaan dilaksanakan untuk calon sekolah Adi­wi­yata Kota, Provinsi, Nasional dan Mandiri Tim Pembina Adi­wi­yata Provinsi  materi pem­binaan di fokuskan pada  pe­ngunaan Aplikasi Adi­wiya­ta yang baru,” terangnya. (uus)