METRO PADANG

Buka Seminar Sosialisasi Integrasi Ekosistem Ultra Mikro, Andre Rosiade: Gerakkan Ekonomi, Hancurkan Sistem Rentenir

0
×

Buka Seminar Sosialisasi Integrasi Ekosistem Ultra Mikro, Andre Rosiade: Gerakkan Ekonomi, Hancurkan Sistem Rentenir

Sebarkan artikel ini

PURUS, METRO–Anggota DPR RI H Andre Rosiade SE sangat peduli ter­hadap kemajuan UMKM di Sum­bar. AnggotaFraksi Partai Ge­rakan Indonesia Ra­ya  ­(Gerindra) itu membuka secara virtual kegiatan Seminar So­sialisasi Integrasi Ekosistem Ultra, Mikro Holding Badan Usaha Milik Negera (BUMN) di Hotel Mercure, Sabtu (5/5).

Pada kegiatan yang diikuti pelaku UKM  se-Kota Padang ini, Andre yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Sum­bar menuturkan, salah sa­tu tujuan program integrasi ekosistem dari holding BUMNuntuk membunuh maraknya sistem rentenir yang menjerat pelaku kecil dan menengah saat ini. ­”Ini cara pemerintah untuk menggerakkan roda pere­ko­­nomian ­dan mengu­ra­ngi angka kemiskinan, “ kata Andre.

Andre berharap, sosia­lisasi manfaat dan tujuan dari pembentukan program integrasi sinergi eko­sistem BUMN nantinya bi­sa menjawab kebutuhan ke­sejahteraan ekonomi masyarakat. “Sekali lagi ini juga cara pemerintah un­tuk menghabisi sistem ren­tenir yang menghancurkan ekonomi rakyat,” tegas­nya.

Di sisi lain, Ketua Ha­rian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini meng­ha­rap­kan pelaku usaha kecil menengah untuk naik kelas setelah mendapatkan pe­nge­tahuan dalam kegiatan sosialisasi dan penerapan program yang akan di­lakukan.

Langkah tersebut me­la­lui Sinergi Ekosistem Sek­tor Ultra Mikro dari tiga peru­sahaan BUMN yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, PT Pegadaian (Per­sero) dan PT Permodalan Nasional Ma­dani (Persero) atau PNM. ­Sinergi eko­sistem ini ditargetkan ter­bentuk pada semester II tahun ini. ­”Mudah-mu­da­han sinergi tiga BUMN­ ini menjadi eko­sis­tem­ yang baik dalam ekse­kusi bagi Indonesia untuk me­ngu­rangi kemis­kinan, dan membunuh sis­tem ren­tenir, “ katanya.

Baca Juga  Baralek harus Kantongi Izin Kecamatan

Anggota Komisi VI DPR­ RI ini menga­ta­kan, ­untuk memperluas akses laya­nan keuangan bagi pelaku usaha kecil, ter­masuk para pedagang tra­disional, Pe­me­rintah di­dukung DPR RI bersama dengan BUMN sektor ultra mikro (UMi) dan UMKM, akan mem­bentuk suatu ekosistem finansial untuk jutaan pela­ku usaha kecil di Indonesia.

Andre menambahkan, dari 57 juta pengusaha ultra mikro di Indonesia, baru 20 persen di antara­nya yang mendapatkan layanan dari institusi ke­uangan formal. Padahal 80 persen segmentasi ekosis­tem ultra mikro didominasi oleh petani, pedagang tra­di­sional, pemilik toko dan pekerja lepas.

Di satu sisi, pelaku ultra mikro dan UMKM ini merupakan tulang pung­gung dan kunci pemulihan ekonomi nasional, sehing­ga harus diselamatkan dari tekanan dampak pandemi Covid-19. Harapannya pe­la­ku usaha ultra mikro da­pat bangkit, berkem­bang serta naik kelas.

“Sinergi ini meng­kola­bo­rasikan kekuatan dan men­sinergikan keahlian da­lam satu rumah besar agar bisa membantu se­banyak-banyaknya pelaku usaha kecil supaya mereka bisa segera bangkit. Ka­rena merekalah tulang pung­gung dan kunci pemu­lihan ekonomi nasional,” sebutnya.

Manfaat positif dari si­ner­gi BUMN ultra mikro ini, lanjut Andre, tentunya akan dirasakan para pelaku usaha ultra mikro karena mereka berpeluang besar mendapat pembiayaan ber­bunga rendah di masa depan. Penurunan suku bunga pinjaman bisa terja­di karena sinergi BRI, PNM, dan Pegadaian akan menu­run­kan cost of fund.

“Sinergi ini ingin me­mas­tikan terdapatnya bu­nga pinjaman yang lebih ren­dah bagi nasabah. Ini penting karena kita ketahui banyak pelaku usaha dan masyarakat kita yang ma­sih mendapatkan penda­naan dari rentenir dan pinjaman online illegal. Kami berharap sinergi eko­sis­tem ultra mikro bisa jadi solusi,” ungkap Andre.

Baca Juga  Ke Maluku Utara, Ketum IKM Andre Rosiade Beri Bantuan Rp100 Juta, Ambulans dan Kunjungi Kompleks Pemakaman Perantau Minang

Salah satu pemateri kegiatan ini, Regional Head Kredit Mikro BRI Wilayah Padang Bambang Widi­has­moro mengatakan, ­siner­gi ­tiga menjawab kebut­u­han para pelaku UMKM. “Dalam kegiatan ini akan dijelaskan pemenuhan ke­bu­tuhan rekan-rekan di UMKM dari segi permo­da­lan. Kita membantu dari ba­­nyak sisi  dan tidak mem­­berikan modal le­pas  begitu saja, kita  juga akan memberikan pen­dam­­­pingan kepada usaha mi­kro baik segi pelatihan,” katanya.

Bambang menam­bah­kan, untuk BRI sendiri pro­duk yang dikuatkan teru­tama untuk pemulihan eko­nomi nasional. Saat ini BRI fokus menyalur­kan  ­pro­gram Kredit Usaha Rak­yat (KUR). “Nilai pinjaman KUR antara lain KUR  ­nominal­nya, KUR kecil 50 juta sam­pai 500 juta. Program KUR ini suku bunganya cukup rendah yakni sekarang 6 persen.KUR juga meng­hindari pelaku UMKM un­tuk  tidak meminjam ke­pada rentenir. Prosesnya pun sangat mudah dan simple,”  jelasnya.

Sementara, Panitia Ke­gia­tan Seminar Edward Azwar mengatakan, seminar Sosialisasi Integrasi Ekosistem Ultra Mikro di­ikuti oleh 60 orang peserta yang berasal dari pelaku UMKM. ”Tujuan seminar ini yang menghadirkan tiga holding dengan tujuan mem­bangkitkan UMKM di Ko­ta Padang agar bangkit di tengah pandemi dan agar pelaku usaha tidak terjerat dan lepas dari sistem rentenir yang  akan merugikannya,” katanya. (hen)