METRO SUMBAR

Menteri KP Apresiasi Pembudiyaan Ikan Mas Mustika di Daerah Kabuptan Pasaman

0
×

Menteri KP Apresiasi Pembudiyaan Ikan Mas Mustika di Daerah Kabuptan Pasaman

Sebarkan artikel ini

PASAMAN, METRO–Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KP) Sakti Wahyu Trengono mengunjungi da­erah Kabupaten Pasaman. Jumat (4/6)

Rombongan kemen­te­rian tersebut tiba di Pasa­man tepatnya di lapangan bola Tanjung Betung Ke­camatan Rao Selatan de­ngan meng­gunakan heli­kopter pada Jum’at pagi sekitar pukul 09.30 WIB langsung disam­but oleh Bupati Pasaman beserta rombongan.

Adapun agenda kun­kungan kerja Kementrian KP di Pasaman antara lain yakni meninjau hamparan kolam raksasa di Rao Se­latan dan panen raya ikan mas para petani kolam di daerah tersebut. Kemu­dian penyerahan bantuan calon induk ikan mas mus­tika dan penyerahan sim­bolis penerima bantuan kredit modal LPMUKP se­banyak Rp. 500 juta.

Kedatangan Menteri KP disambut oleh Bupati Pasa­man, Benny Utama ber­sama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (For­ko­pimda) Kabupaten Pasa­man. Saat kunjungannya Menteri KP mengatakan kunjungan kerja di Pasa­man adalah kunjungan te­rakhirnya, awalnya kun­jungan ini tidak ada agenda kesini setelah bertemu dengan Bupati Pasaman langsung kita buat kun­jungan kerja di Kabupaten Pasaman.

Baca Juga  SMPN 5 X Koto Juara Lomba Pionering Tingkat Sumbar

”Ketika bertemu de­ngan Bupati Pasaman di Jakarta serta Kota Padang Panjang, kita mem­bica­rakan terkait budidaya perikanan di Kabupaten Pasaman,” jelas Sakti.

Ia mengungkapkan sa­ngat mengapresiasi para pembudidaya ikan mas mustika di Pasaman karena produksi dalam setahun bisa mencapai 45 Ribu ton. ”45 ribu ton ikan itu, kalau di total dengan uang bisa mencapai sekitar satu tri­liun,” jelas dia.

Dikatakan,  mata rantai industri ini, mata rantai ekonomi sangat luar biasa, misalkan pakan ikan, bibit, budidaya dan lainnya. Budi­d­aya ikan ditingkatkan ser­ta dikembangkan agar le­bih besar.

Baca Juga  Pemko Pariaman Targetkan Produksi Ikan 450 ton pada 2021

Terkait mahal pakan ikan, kepada Dirjen Budi­daya agar pakan mandiri dan Kepala Balai Jambi untuk melakukan diskusi dengan Kepala Dinas Ka­bu­paten Pasaman bagai­mana nanti membuat pa­kan mandiri yang lebih besar bisa dilakukan oleh masyarakat.

Terkahir Sakti Wahyu Trenggono melalui Dirjen Perikanan Budidaya Ke­men­terian Kelautan dan Perikanan memberikan 1.000 ekor calon induk ikan mas senilai Rp35.560.000 kepada UPR ikan mas Ka­bu­paten Pasaman. Selan­jutnya 180 ekor calon induk ikan lele senilai Rp6.372.000 kepada UPR ikan lele Kabu­paten Pasaman. Semen­tara Benny Utama menga­takan budidaya perikanan ikan di Kabupaten Pasaman merupakan budidaya te­r­besar di Sumatera Barat. Ia berharap kepada Menteri Kelautan dan Perikanan RI ada pendirian pabrik pakan ikan di Pasaman. (mir)