AIA PACAH, METRO–Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Padang bakal menjalankan program baru. Semua pemuda bermasalah di Kota Padang bakal dibatalionkan. Mereka-mereka yang bakal dibina itu adalah mereka yang tersangkut narkoba, seks bebas, LGBT, paham radikal, geng motor, pelaku tawuran dan perilaku menyimpang lainnya.
Selama 5 hari mereka akan dibina di Batalion 133. Selama hidup di Batalyon 133 diharapkan bisa mengubah perilaku mereka dari yang negatif kepada yang positif.
“Konsepnya sudah kita dudukkan. Tinggal menunggu anggaran dan pelaksanaan,” kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Padang, Mursalim di Media Center Balaikota, Rabu (3/6).
Ia menjelaskan, program ini diberi nama Kapten Kota Padang. Kapten merupakan kepanjangan dari Kader Pemuda Tangguh Bela Negara. Dalam pelaksanaannya nanti, dinas pemuda dan olahraga kota Padang bakal bekerjasama dengan kepolisian, Pol PP dan unsur lainnya. Semua pemuda yang tersangkut hukum akan disekolah di Batalyon 133 dan dididik mental, sikap perilaku dengan nilai nilai bela negara selama 5 hari.
“Full selama 5 hari mereka berada dalam pendidikan. Tujuannya adalah untuk menghilangkan kelakuan buruk mereka. Kemudian mereka juga akan kita masukan unsur agama dan adat. Sehingga mereka bakal berubah,” tandasnya.
Lebih jauh dikatakan Mursalim, program ini diambil sebagai sikap semakin banyaknya tindak kejahatan yang dilakukan pemuda.
Data dari Polresta, pelaku narkoba rata-rata berumur 16-30 tahun. Sebelumnya pemuda Kota Padang juga tertangkap Densus 88 karena masuk jaringan teroris. Bahkan, 80 persen pemuda Kota padang rawan terpapar paham radikal.
Sumbar juga menyatakan nomor 5 terbanyak kasus LGBT. Dan Kota Padang lokasi paling parah. Selain itu, kerja sama Dispora dengan Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM) Unand tahun 2020 lalu meneliti, ketika para siswa belajar online, mereka membuka konten porno.
“Sangat banyak sekali masalah pemuda yang kita miliki. Makanya program Kapten ini bisa menuntaskan semuanya,” tandas Mursalim. (tin)





