METRO PADANG

Penguatan Ekonomi Mikro, Bank Nagari Launching Apex BPR Sumatera Barat

1
×

Penguatan Ekonomi Mikro, Bank Nagari Launching Apex BPR Sumatera Barat

Sebarkan artikel ini
LAUNCHING APEX BPR Sumbar— Bank Nagari melaunching APEX Bank Perkreditan Raktar dengan menggandeng Perhimpunan BPR Indonesia, Rabu (2/6) di di Kantor Bank Nagari Cabang Utama, Jalan Pemuda.

PADANG, METRO–Bank Nagari atau Bank Pem­bangunan Darah (BPD) Sumbar melaunching APEX Bank Perkre­ditan Rakyat (BPR). Bank Nagari menggandeng  Perhimpunan BPR In­donesia (Perbarindo) Sumbar meliputi kerjasama Liquidity Mismatch dan dana bergulir.

Nota kesepakatan dila­kukan di Kantor Bank Na­gari Cabang Utama, Jalan Pemuda, Kota Padang, Ra­bu (2/6). Acara juga dihadiri Kepala OJK Sumbar Misran Pasaribu dan Kepala BI Sumbar Wahyu Purnama.

Di kesempatan itu, Ke­pala Divisi Perencanaan Stra­tegis Bank Nagari Hen­dra Faisal mengatakan, proses Apex BPR dengan Bank Nagari telah mulai dilaksanakan sejak Ra­kernas Perbarindo di Pa­dang tahun 2004.

“Dalam perjalanannya senantiasa terlaksana koor­dinasi dan komunikasi da­lam berbagai forum dan ker­jasama, walaupun be­lum sepenuhnya berjalan optimal pelaksanaannya. Program Apex mengacu kepada Generic Model Apex BPR Bank Indonesia yang diterbitkan pada ta­hun 2011,” katanya.

Ia menambahkan, ker­ja sama Apex BPR Suma­tera Barat terus diting­kat­kan dan pada tahun 2020 se­jalan dengan terjadinya pandemi Covid-19, telah tercapai kesepakatan ber­sama (MoU) antara Bank Nagari dengan DPD Per­ba­rindo Sumatera Barat No­mor: PKS/133/DIR/12-2020 dan Nomor: 012/DPD PER­BA­RINDO-SB/XII/2020 tang­gal 28 Desember 2020 ten­tang Program Apex BPR Sumatera Barat.

“Bank Nagari telah m­e­nin­daklanjutinya dengan me­nyiapkan pedoman pe­lak­sanaan Apex Bank de­ngan Keputusan Direksi Nomor: SK/002/DIR/01-2021 tanggal 04 Januari 2021 tentang Peraturan Pelak­sanaan Apex Bank,” ung­kapnya.

Ia menjelaskan, kebe­ra­daan Apex BPR dimak­sudkan dalam rangka men­ciptakan kerjasama saling menguntungkan dalam mem­­perluas pelayanan pa­da usaha mikro dan kecil serta mendukung pengem­bangan ekonomi daerah (regional).

Baca Juga  122.891 Pelajar Ikuti Pesantren di 1.648 Masjid/Mushalla, Hendri Septa: Tetap Patuhi Prokes 3M

Tujuan keberadaan Apex BPR adalah, mem­bantu BPR dalam bidang    perkreditan/pembiayaan. Kemudian, mem­berikan bantuan teknis bidang  teknologi , serta capacity building di bidang SDM BPR dan  pemberian pela­tihan. Selanjutnya, pooling of fund dan penggu­naan­nya  melalui fasilitas liquidity mismatch dan  dana ber­gu­­lir serta memberikan laya­­nan jasa perbankan  lain­nya.

Ia menyebut, kriteria BPR yang dapat menjadi peserta dana bantuan fasi­litas liquidity mismatch dan dana bergulir antara lain BPR tidak dalam status BDPK (Bank Dalam Penga­wasan Khusus) yang dite­tapkan oleh OJK.

Kemudian, lanjutnya,  BPR yang dalam kondisi BDPI (Bank Dalam Penga­wasan Intensif) yang dise­babkan permasalah CAR, tidak dapat diberikan fasili­tas dana bantuan, te­tapi karena masalah Cash Ratio dapat dipertim­bang­kan untuk diberikan fas­ili­tas.

Selain itu, untuk men­dapatkan fasilitas bantuan dana, permohonan BPR yang mengajukan haruslah mendapatkan persetujuan da­ri Komite Apex yakni DPK dan DPD Perbarindo, serta Pe­mimpin Divisi Bank Na­gari.

“Sampai saat ini, dari 61 permohonan yang masuk dan setelah dilakukan pe­ne­litian kelengkapan per­syaratan menjadi anggota Apex Bank Nagari keang­go­taan, telah disetujui se­banyak 37 BPR. Jumlah ini akan bertambah dan terus diproses sampai BPR di Sumbar melengkapi per­sya­ratan yang telah dite­tap­kan,” kata Hendra.

Sementara  itu, Ketua Perbarindo Sumbar, Syo­fian Sara berharap dengan pe­lun­curan Apex BPR Sum­bar bisa saling mendapat­kan manfaat dari kerja sa­ma antara Bank Nagari se­laku bank pengayom BPR/BPRS sebagai anggota. Serta un­tuk perkembangan UMKM di Sumbar ke de­pan­nya.

Baca Juga  Jadi Mukmin yang Cerdas di Akhir Zaman

“Anggota DPD Perba­rin­do Sumbar dan Bengku­lu ada sebanyak 98 BPR/BPRS. Di Sumbar ada 91 BPR/BPRS dan Bengkulu yang menjadi DPK ada 7 BPR/BPRS,” ujar dia.

Ia menerangkan, ki­nerja BPR/BPRS hingga triwulan I 2021 tercatat aset sebesar Rp2,11 triliun, Da­na Pihak Ketiga (DPK) Rp 1,62 triliun, kredit yang diberikan 1,58 triliun, NPL rata-rata 7, 83 persen lebih baik dibanding periode yang sama di Maret 2020 sebesar 12, 83 persen.

Sementara itu, Direktur Utama ( Dirut) Bank Nagari  Muhammad Irsyad me­nga­takan, saat ini Bank Na­gari  mendorong pem­ber­dayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Sum­bar. “Tujuannya agar BPR lebih kuat dan diha­rap­kan segera BPR lainnya yang ada di Sumatera Ba­rat bisa menyusul. Mudah-mu­dahan bisa mengua­tkan pe­rekonomian dan potensi peningkatan ekonomi di Sumbar,” imbuhnya.

Pria yang akrab disapa disapa pak Jack ini me­ngatakan, semoga melalui koordinasi-koordinasi yang intens tingkat kesehatan BPR bisa semakin  baik kedepannya.

“Sebagai contoh pem­biayaan mikro yakni Kredit Usaha Rakyat ( KUR) bisa juga menjadi produk dari BPR. Kalau itu sudah bisa, nanti peran BPR didaerah bisa dirasakan oleh masya­rakat untuk penguatan eko­nomi mikro. Untuk BPR bisa saja maksimal pinja­man kredit usaha Rp25 juta,” sebutnya. (hen)