SAWAHAN, METRO–Hingga kini belum ada kepastian siapa yang akan menduduk wakil wali kota, mendamping Wali Kota Padang Hendri Septa. Meski kedua partai koalisi PKS dan PAN, sama-sama sudah mengajukan kandidat nama yang bakal sebagai wawako, namun hingga kini belum ada pembahsan dari kedua partai tersebut.
Anggota DPRD Padang, Rustam Efendi, mengaku sebagai kader PAN ia menyerahkan ke DPP PAN siapapun Cawawako yang ditunjuk dari partainya itu. “Kita selaku kader menyetujui dan mengikuti siapa sosok nama cawawako yang ditetapkan DPP PAN,” ujarnya, Minggu (30/5)
Ia mengatakan, siap mendukung dan membantu calon yang dipilih DPP PAN sebagai wakil wali kota pendamping Hendri Septa. Ini agar Kota Padang lebih baik lagi kondisinya dan ketertinggalan dan perubahan di segala aspek kehidupan.
“Masukan dan saran yang sifatnya membangun dan mendongkrak ekonomi masyarakat siap kita suguhi pada cawawako yang ditetapkan DPP nanti,” papar anggota Komisi I DPRD ini.
Anggota DPRD lainnya, Irawati Meuriksa menyampaikan sampai sekarang DPP PAN belum memutuskan siapa calon yang ditunjuk dan pihaknya mengikut saja selaku kader apa yang diputuskan nanti. “Soal dua nama yang mengapung yakni Elkos Albar dan Amril Amin itu baru usulan DPW PAN. Dan, bisa saja nanti DPP PAN memilih yang lain, kita tak bisa pastikan itu,” paparnya.
Untuk diketahui, PKS pun sudah merilis dua nama yang akan diusung menjadi cawawako. Ketua MPD PKS Kota Padang, Arnedi Yarmen mengatakan, kedua kader PKS yang sudah mendapatkan mandat untuk calon Wakil Wali Kota Padang yaitu Muharlion dan Mulyadi Muslim.
“Dua nama yang dimunculkan tersebut sudah mendapatkan persetujuan dari DPP PKS, DPW PKS Sumbar dan DPD PKS Kota Padang,” ungkap Arnedi, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, Mulyadi Muslim merupakan tokoh masyarakat dengan berbagai pengalaman dan peran yang tak diragukan lagi. Di antara kiprahnya antara lain, sebagai Sekretaris MUI Kota Padang, Sekum IPSI kota Padang, dan menjadi ‘tangan kanan’ Mahyeldi dalam membangun kerjasama dengan negara Timur Tengah, saat menjabat sebagai Walikota Padang.
Sementara itu Muharlion, merupakan politisi PKS yang sudah malang melintang memperjuangkan masyarakat. Ia telah dipercaya oleh masyarakat untuk memperjuangkan aspirasi mereka di DPRD Kota Padang sejak 2009 lalu.
Menurut Boy Hadi Kurniawan yang merupakan Direktur Consist (Center for Education and Strategic Studies mengatakan, masyarakat kota Padang dan publik saat ini sudah ramai bertanya-tanya siapa yang akan menjadi Wakil Wali Kota Padang.
“Menurut peraturan perundang-undangan Calon Wakil Walikota Padang diajukan oleh partai pengusung yaitu PKS dan PAN yang nanti akan dipilih DPRD Padang,” katanya.
“Maka semestinya jika dilihat dari aspek kepatutan, representasi dan keadilan, maka wakil wali kota adalah dari PKS sebagai pengganti Mahyeldi. Apalagi posisi Hendri bisa naik sebagai wali kota karena Mahyeldi terpilih sebagai gubernur bukan karena kompetisi politik dalam Pilkada,” sebut pengusaha Tours & Travel itu.
Ia menjelaskan, banyak pengamat dan masyarakat yang menilai dan beranggapan demikian. Apalagi kontribusi Mahyeldi sebagai wali kota 2 periode di Kota Padang cukup positif. Dan, masyarakat mengetahui bahwa Mahyeldi adalah kader PKS yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Sumbar. (ade/hen)





