Upaya Pemerintah Kota (Pemko) Padangpanjang mengembangkam destinasi wisata baru, Walikota Padangpanjang Fadly Amran temui Menneg BUMN, terkait pengembangan Stasiun Kereta Api (SKAPP) untuk bisa dimanfaatkan. Setelah beberapa waktu lalu bertemu Menneg BUMN, Erick Thohir pada 2 April dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub pada 14 Januari, maksud yang sama disampaikan langsung kepada Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia (KAI), Didiek Hartantyo, Senin (24/5).
Walikota mengatakan, ada tiga isu utama yang dipaparkan rombongan kepada Didiek, antara lain menyangkut pemanfaatan aset PT KAI untuk fasilitas publik, rencana pengembangan kereta wisata dan pengembangan potensi angkutan logistik di Sumbar.
Wako Fadly Amran meminta PT KAI mengizinkan pemanfaatan aset perusahaan itu lantaran asetnya seperti tak terpakai, padahal punya potensi sebagai destinasi wisata. “Rencananya akan dibangun museum kereta api sebagai bagian pengembangan kawasan wisata alam dan sejarah perkeretaapian Padangpanjang,”ujar Fadly.
Fadly memaparkan, rencana induk pengembangan SKAPP ini yang dibagi menjadi empat area. Untuk Area A yang meliputi kawasan Stasiun KA hingga Jembatan Tinggi, dikembangkan berupa museum dan taman teknologi kereta api bergigi, diorama dan multimedia sejarah kereta api, Gerbong KA untuk counter aneka kuliner, counter cinderamata, counter informasi pariwisata.
“Untuk Area B dan C yang meliputi kawasan Rumah Dinas PT.KAI, disulap menjadi premium guest house, premium café/restaurant, galeri songket sulaman cenderamata Minangkabau, gedung pertemuan/pameran. Di Area D di Monumen Korban Kecelakaan KA, dijadikan Taman Monumen Makam,”kata Fadly Amran, seraya menyebutkan SKAPP ini juga masuk dalam rencana induk pembangunan kepariwisataan (Rippar) Padangpanjang 2020-2025 sebagai kawasan strategis pariwisata kota (KSPK).
Mendengar pemaparan Fadly dan kepala daerah lainnya serta masukan dari Andre Rosiade itu, Didiek menyambut baik seluruh isu-isu strategis pemanfaatan aset PT. KAI tersebut. Didiek akan mempelajari proposal kerja sama yang diajukan agar bisa segera terealisasi.
“Harapannya, dalam waktu tak terlalu lama, kami akan lakukan kunjungan balasan ke Sumbar untuk melihat langsung kondisi aset yang dimaksud. Semoga kolaborasi ini bisa segera terwujud,”kata Didiek. (rmd)






