JHONI ANWAR, METRO–Aksi “perang bintang” bakal terjadi pada Musyawarah Besar (Mubes) ke-VI Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Andalas (Unand) pada 7 Agustus mendatang. Sejumlah calon sudah mulai disebut-sebut untuk meneruskan suksesi kepemimpinan Asman Abnur (mantan Menpan RB).
Nama-nama anyar yang berkaliber bermunculan seperti, Imelda Sari, Reni Mayerni Surya Tri Harto, Yuliandri, Novri Handri, Mahyeldi Ansharullah dan Adityawarman yang menghiasi pemilihan ketua IKA Unand masa bakti 2021-2024. Aura panas dan heboh sudah pasti bakal terasa dengan hadirnya nama nama besar, ditambah berbagai kegiatan yang dilaksanakan Organizing Committee (OC) Mubes.
“Mubes VI ini harus heboh (meriah). Karena itu jelang hari H Mubes 7 Agustus, kita sudah siapkan rangkaian kegiatan,” ujar Ketua OC Mubes VI IKA Unand, Insannul Kamil, didampingi Sekretaris OC Ilhamsyah Mirman, dan panitia OC Wirdaningningsih, serta juru bicara OC, Adrian Toaik Tuswandi dalam bincang pers sembari sarapan pagi, Kamis (27/5) di Bofet VII Koto Talago, Kamis (27/5).
Menurut Insanul Kamil, saat ini panitia sedang merancang mekanisme pencalonan Ketua Umum (Ketum) bersama Steerring Committee (SC) pada Mubes. Selain Mubes, panitia juga bakal menggelar 5 kegiatan lainnya, sebagai satu rangkaian acara.
Pertama, silaturahmi dan penganugerahan kehormatan Anggota Kehormatan IKA Unand. Lalu ada kegiatan dialog Ngobral (Ngobrol Bareng Alumni), dalam upaya memberikan kontribusi alumni Unand untuk Kejayaan Bangsa.
Nanuk sapaan akrab Wakil Rektor III Unand ini, selain dalam upaya pengejawantahan dari komitmen IKA Unand dalam berkontribusi sekaligus upaya memberikan solusi bagi persoalan bangsa saat ini yang butuh kegotongroyongan.
“Kita tahu, pandemi Covid-19 telah berimplikasi tidak saja pada persoalan kesehatan, tapi juga ekonomi dan sosial. Karena itu, alumni Unand harus hadir secara bersama untuk berkontribusi terhadap permasalahan bangsa ini,” ungkap Nanuk, yang juga mantan Dekan Fakultas Teknik Unand.
Rangkaian kegiatan lainnya, tambah Nanuk, juga ada pemyusunan buku direktori pengurus dan perjalanan organisasi IKA Unand yang dilengkapi dengan pembuatan film dokumenter, pengabdian masyarakat, malam ramah tamah.
“Entry point dari kongres IKA Unand, puncaknya pemilihan Ketua Umum dan perubahan AD/ART. Namun yang tak kalah pentingnya adalah pembahasan tata kelola organisasi IKA Unand, karena ini juga akan menjadi arah sekaligus panduan perjalanan organisasi ke depan,” terang mantan Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Provinsi Sumatera Barat ini.
Sementara itu, terkait dengan mekanisme pemilihan sekretaris Organizing Committee (OC) Ilhamsyah menambahkan bahwa hal itu masih mengacu pada AD/ART saat ini, yakni menggunakan mekanisme keterwakilan.
Terkait dengan mekanisme pemilihan, Ilhamsyah menambahkan bahwa hal itu masih mengacu pada AD/ART saat ini, yakni menggunakan mekanisme keterwakilan. “Meski begitu, finalnya mekanisme pemilihan dan pencalonan ini akan kita umumkan paling lama pertengahan Juni ini,” tukasnya.
Saat ini lanjut Ilham, panitia pelaksana telah mempersiapkan pelaksanaan Kongres VI IKA Unand, yang akan dilaksanakan secara hybrid dan virtual, dan akan dihadiri 250 peserta dari perwakilan DPP, DPD, dan DPC serta DPP IKA Fakultas dan peninjau. (hen)






