BUKITTINGGI, METRO
Wakil Ketua DPRD Bukittinggi Rusdy Nurman, meminta kepada masyarakat untuk tetap mematuhi aturan yang ada. Terutama pada peraturan daerah tentang ketertiban umum, karena Kota Bukittinggi milik bersama bukan milik sekelompok golongan saja.
Rusdy Nurman menegaskan, dirinya mengapresiasi keberhasilan pelaksanaan Pilkada Desember lalu. Setelah pesta demokrasi selesai, tentu siapapun pemenangnya, merupakan kepala daerah untuk daerahnya, bukan kepala daerah untuk golongannya, termasuk Bukittinggi.
“Mari kita bersatu lagi untuk Bukittinggi yang lebih baik ke depan. Jangan malah mundur ke belakang. Bukittinggi akan tetap jadi kota yang sejuk bagi masyarakatnya. Mari kita bersama menjaga tatanan kota. Kita apresiasi Wali Kota terpilih dan Wakil Wali Kota terpilih untuk memimpin Bukittinggi ini, “ ujar Rusdy.
Dikatakan, eforia kemenangan itu biasa, tapi juga berharap setiap masyarakat, tetap menjaga dan menghormati aturan serta peraturan daerah yang ada. Jangan ada polemik yang timbul karena adanya pelanggaran dari masyarakat yang akibatnya, terjadi miss komunikasi dan hal hal yang diinginkan serta menimbulkan kerugian,
Rusdy memberikan contoh, salah satunya terkait aktivitas perdagangan yang menurutnya, harus tetap mengikuti aturan yang ada. Ia berharap, seluruh pedagang memahami dan mengikuti aturan itu, agar kepentingan bersama dapat diakomodir.
“Kita sudah kembali dalam kehidupan berdemokrasi. Bukittinggi punya aturan. Mari kita tata kehidupan bersama, kita jaga tatanan kota. Jangan sampai ada persoalan di tengah masyarakat karena pelanggaran aturan yang ada. Kami di lembaga legislatif siap mendukung program pemerintah yang muaranya pada kesejahteraan masyarakat, tapi harus digaris bawahi, kalau itu semua tetap berlandaskan aturan hukum perundang undangan yang berlaku,” tegas Rusdy.
Politisi muda dari partai demokrat itu, berharap masyarakat Bukittinggi untuk tetap bersatu dan saling menghargai. Ia meminta seluruh pihak untuk dapat menghargai sebuah legacy.
“Jerih payah dan kerja keras pemerintahan sebelumnya bersama seluruh instrumen yang ada, Forkopimda, stakeholder yang sudah mempersembahkan bentuk fisik dan tatanan Kota Bukittinggi yang tertata baik ini, tentu patut dihargai. Bukittinggi kota yang nyaman, aman, sejuk dan indah dipandang mata. Kewajiban kita menjaga dan mempertahankannya, bukan mengubah kepada bentuk yang tidak beraturan,” ujar Rusdy, Jumat (19/3).
Karena, untuk menata sebuah kota membutuhkan proses dan waktu yang cukup panjang. Butuh pengorbanan moril dan materil, terutama bagaimana menumbuhkan kesadara dan komitmen masyarakat. Kalau untuk mengubah tatanan kota kembali ke bentuk kesemrawutan itu tidak butuh proses dan waktu yang lama. Hanya hitungan menit dan jam bisa terlaksana. Kembali pada kita semua, terutama pelaku jasa usaha. Mau pilih yang mana??,” ujar Rusdy . (pry)





