LIMAPULUH KOTA, METRO
Komisioner Bawaslu Kabupaten Limapuluh Kota, Ismet Aljananta, menyebut money politik atau politik uang dinilai rawan terjadi. Selain itu, Bawaslu juga melihat soal partisipasi pemilih juga termasuk hal yang rawan dimasa pendemi covid-19.
”Politik uang dan partisipasi pemilih di masa pendemi covid-19 termasuk hal yang rawan. Kemudian juga soal moniy politik, makanya kita bersama melakukan patroli keberbagai tempat yang dinilai rawan terjadinya moniy politik di Limapuluh Kota, mulai tanggal 6-8 Desember 2020,” sebut Ismet, Senin (7/12) kepada wartawan.
Meski dinilai rawan terkait partisipasi pemilih dimasa pendemi covid-19, namun diharapkan melalui C. Pemberitahuan yang sudah diberikan oleh petugas KPPS kepada setiap pemilih diseluruh wilayah Kabupaten Limapuluh Kota.
”Surat C Pemberitahuan kepada masyarakat pemilih itu wajib sampai. Dan kita sudah melakukan pengawasan terhadap itu, karena sudah dibagi-bagikan oleh KPU sejak awal minggu pertama,“ sebut Ismet.
Turunkan APK dan Kawal Pendistribusian Logistik
Pada awal minggu tenang, Bawaslu juga melakukan pemantauan terhadap penurunan alat peraga kampanye (APK) yang dipasang KPU selama masa kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar serta Bupati dan Wakil Bupati Limapuluh Kota, tahun 2020 secara serentak.
”Awal minggu tenang kita juga mengawasi pelaksanaan penurunan alat peraga kampanye,” sebutnya.
Selain itu, Bawaslu juga mengawasi terkait pendistribusian logistik Surat suara keberbagai kecamatan di Limapuluh Kota. Mengingat, pendistribusian logistik oleh KPU sudah dimulai sejak tanggal 6 Desember lalu. ”Pendistribusian sudah mulai sejak 6 Desember. Dan proses pendistribusian logistik ini kita lakukan pengawalan,” sebutnya. (us)





