METRO BISNIS

Renyah, Gurih dan Nikmat, Jagung Elite Dipasarkan hingga Keluar Sumbar

0
×

Renyah, Gurih dan Nikmat, Jagung Elite Dipasarkan hingga Keluar Sumbar

Sebarkan artikel ini

PDG.PANJANG, METRO
Jagung merupakan salah satu tanaman penghasil karbohidrat selain padi dan gandum. Di beberapa daerah, jagung menjadi makanan pokok. Bagi masyarakat Padangpanjang, jagung dikonsumsi sebagai cemilan dan bahan pangan untuk olahan makanan ringan.

Jagung yang tumbuh subur di daerah tropis memungkinkan masyarakatnya untuk bercocok tanam jagung dan menjadikan jagung sebagi bahan olahan makanan ringan. Contoh olahan jagung yang sering dijumpai yaitu, jagung rebus, jagung bakar, jasuke (jagung susu keju), jagung goreng dan lain-lain.

Salah satu daerah di Padangpanjang tepatnya di Silaing Atas, terdapat rumah produksi olahan jagung goreng elite yang sudah berproduksi dari tahun 1980 an sampai sekarang.

“Awal mula produksi jagung goreng ini dari tahun 80-an, yang mulanya hanya saya dan keluarga saya yang mengelola usaha rumahan ini, “ ujar H Marta Dt. Mangkudun (69).

Martha mengambil langsung jagung dari Batusangkar. Dimana di daerah tersebuut mayoritas masyarakat bercocok tanam jagung. Ia mengungkapkan, olahan jagung ini mudah karena jagung direbus dari sore sampai pagi. Pagi hari jagung baru digoreng dengan bumbu lalu ditiriskan dalam keranjang.

Jagung elite ini terangnya, sudah didistribusikan ke berbagai daerah di luar Padangpanjang. Seperti Padang, Bukittinggi, Pekanbaru. Untuk pendistribusian ke luar daerah, ia mengirim sekali seminggu ke Padang dan Bukittinggi dan sekali sebulan ke Pekanbaru.

“Terkadang ada juga konsumen yang menjemput sendiri langsung ke sini. Namun pada saat pandemi sekarang, produksi jagung goreng tidak sebanyak dulu dan sedikit mengalami penurunan sehingga pendistribusian keluar daerah menjadi jarang,” sebut Marta.

Ia mengungkapkan, jagung elite ini dibandrol dengan harga 30 ribu/kg. Ada juga kemasan 1/2 kg. Produksi olahan rumahan jagung goreng ini telah mendapatkan piagam penghargaan dari Wali Kota Padangpanjang pada 2001.

Tidak hanya itu, Marta juga mendapatkan sertifikat dari Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kota Padangpanjang. (*/rel)