METRO PADANG

Kali di Alai Dinormalisasi, Ribuan Bibit Ikan Ditebar

0
×

Kali di Alai Dinormalisasi, Ribuan Bibit Ikan Ditebar

Sebarkan artikel ini

ALAI, METRO
Wajah bantaran kali sepanjang Jalan Teuku Umar, Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, saat ini sangat jauh berubah. Kalau dulu kawasan ini dikenal dengan bantaran kali dengan warna hitam pekat, beraroma menyengat serta dipenuhi sampah. Ketika musim hujan air dan lumpur hitam tersebut menggenangi rumah warga sekitar.

Saat ini hal tersebut hampir tidak terlihat lagi. Air mengalir lancar tanpa ada sampah-sampah berserakan dan mengambang. Warna air pun sudah mulai jernih sehingga kita dapat melihat ratusan ikan di dalamnya.

Hal ini berkat upaya pemerintah Kelurahan Alai Parak Kopi yang melakukan normalisasi bantaran kali tersebut. Upaya tersebut sudah mulai dengan melakukan pengerukan sedimen lumpur serta pembersihan sampah.

Baca Juga  Masjid Ramah Anak Hadir di Banuaran

“Sekitar bulan Juli, melalui program manunggal TNI bekerja sama dengan BWS V, kita melakukan normalisasi terhadap bantaran kali dengan melakukan pengerukan sedimen lumpur serta pengangkatan sampah,” tukas Lurah Alai Parak Kopi, Agustinus, Kamis (15/10).

Upaya itu dilanjutkan dengan menebar ribuan bibit ikan seperti nila dan gurami. Bibit ikan yang disebar tersebut selanjutnya akan diserahkan pengelolaannya kepada masyarakat.

Menurutnya, program ini biasa disebut ikan larangan, di mana ikan-ikan yang ada di sepanjang bantaran kali tersebut tidak boleh dipancing maupun ditangkap oleh siapapun.

Baca Juga  Diklat Kader Partai Gerindra, Syafrial Kani Peroleh Penghargaan Adhi Yatsa Juang dari Prabowo

Nantinya ikan-ikan tersebut akan dipanen bersama oleh masyarakat dan hasilnya dapat dipergunakan untuk kepentingan bersama seperti pembangunan sarana dan prasarana.

“Kita berikan tanggung jawab pengelolaan kepada pemuda masing-masing wilayah. Di sini mereka tidak hanya bertugas menjaga dan memberi makan ikan-ikan tersebut, tapi juga ikut bertanggung jawab terhadap kebersihan sungai. Karena jika sungai kotor dan penuh sampah tentu ikan-ikan tersebut akan mati,” ujarnya. (ade)