BERITA UTAMA

Timnas U-19 vs Makedonia Utara, Bisakah Garuda Muda Menang lagi?

0
×

Timnas U-19 vs Makedonia Utara, Bisakah Garuda Muda Menang lagi?

Sebarkan artikel ini

Memasuki laga uji coba ke 10, Timnas U-19 Indonesia dijadwalkan akan berhadapan melawan Makedonia Utara di Stadion NK Uskok Klis, Split, Rabu (14/10/) malam WIB. Ini menjadi pertemuan kedua timnas U-19 Indonesia melawan Makedonia Utara.

Sebelumnya Garuda Muda memetik kemenangan 4-1 melawan Makedonia Utara pada Minggu (11/10/). Bisakah Garuda Muda menang lagi?

Hasil tersebut merupakan kemenangan pertama Timnas Indonesia U-19 melawan timnas asal Eropa dalam laga uji coba di Eropa.

Pada pertandingan sebelumnya, Timnas U-19 bisa menang 4-1 atas Makedonia Utara, berkat gol-gol Witan Sulaeman, Jack Brown (2 gol), dan Irfan Jauhari yang menjadi penentu kemenangan tim asuhan Shin Tae-yong ini.

Jack Brown dan Elkan Baggott menjadi dua pemain yang mencuri perhatian di saat Timnas U-19 vs Makedonia Utara. Elkan Baggott dengan debutnya, sementara Jack Brown dengan sepasang golnya.

Selama di Eropa, Timnas U-19 sudah empat kali memetik kemenangan. Timnas Qatar, Dinamo Zagreb, dan NK Dugopolje merupakan tiga lawan lain yang berhasil ditumbangkan oleh Amiruddin Bagas Kaffa Arrizqi cs.

Setelah Timnas U-19 vs Makedonia Utara kali ini, tim Merah Putih dijadwalkan akan menjalani tiga laga lagi. Setelah ini, Timnas U-19 akan dua kali menghadapi Bosnia & Herzegovina, satu laga lainnya masih menunggu lawan.

Timnas U-19 sudah memetik dua kemenangan saat bertanding di Split. NK Dugopolje dan Makedonia Utara yang ditaklukkan di Split. Jadi, bisa melanjutkan laju kemenangan, Garuda Muda?

Pelatih timnas U-19 Indonesia, Shin Tae-yong, memiliki dua permintaan jelang pertandingan melawan Makedonia Utara.

Shin Tae-yong meminta anak-anak asuhnya harus tetap fokus dalam pertandingan melawan Makedonia Utara.

Evaluasi dilakukannya setelah melihat pertandingan pertama akhir pekan kemarin.

Shin Tae-yong melihat banyak peluang emas yang disia-siakan oleh lini depan timnas U-19 Indonesia meskipun berhasil mencetak empat gol.

Selain itu, chemistry antar pemain di lini tengah juga diharapkan bisa berkembang lagi.

“Pemain harus lebih fokus terutama saat penyelesaian akhir,” kata Shin Tae-yong.

“Selain itu, lini tengah harus lebih kreatif dan cepat saat membantu bertahan serta penyerangan,” ucap pelatih asal Korea Selatan tersebut.

Timnas U-19 Indonesia sudah melakukan TC di Kroasia sejak 30 Agustus 2020.

Sementa itu, pemain Timnas Indonesia U-19, Beckham Putra Nugraha, tidak bakal lengah dengan kekuatan Makedonia Utara.

Menjelang pertemuan kedua dengan Makedonia, Beckham melupakan kemenangan besar pada pertemuan pertama.

“Besok kami ingin bermain semaksimal mungkin dan harus kerja keras demi hasil terbaik. Makedonia Utara pasti tidak ingin kalah lagi, untuk itu kami harus selalu fokus,” kata Beckham dilansir dari situs resmi PSSI.

Beckham yang tampil sebagai pemain pengganti dalam laga yang berlangsung akhir pekan kemarin berpeluang main sejak menit pertama dalam laga uji coba ini.

Pelatih Shin Tae Yong mengisyaratkan bakal melakukan perubahan susunan pemain. Beckham yang sebelumnya sudah mendapat menit bermain pun punya kans main sejak awal mengisi salah satu tempat di lini tengah.

Dalam laga pertama melawan Makedonia, Beckham memiliki kontribusi pada gol keempat Timnas Indonesia U-19 yang dicetak Irfan.

Sepakan jarak jauh Beckham tak bisa diantisipasi dengan baik oleh kiper Makedonia sehingga bola muntah disepak Irfan masuk ke dalam gawang.

Pengamat sepak bola nasional, M Kusnaeni, memprediksi Makedonia Utara bermain lebih keras pada pertemuan kedua lawan Timnas Indonesia U-19.

Seperti dikutip dari situs cnnindonesia.com, M Kusnaeni memperdiksi Makedonia Utara diperkirakan bakal berusaha menghindari kekalahan pada pertemuan kedua lawan Timnas U-19.

“Saya khawatir Makedonia Utara bermain makin keras. Mereka pasti tidak mau kalah lagi sehingga mereka akan berusaha mati-matian untuk mengalahkan Timnas Indonesia U-19.”

“Saya berharap Shin Tae Yong bisa lebih berhati-hati, lebih jeli, dan cermat dalam menyusun serta menentukan formasi pemain dan menghindari risiko cedera,” kata Kusnaeni. (*/rgr)