SOLOK/SOLSEL

Prokes Covid-19 Wajib Diperhatikan, Guru Ikut Serta Edukasi Masyarakat

0
×

Prokes Covid-19 Wajib Diperhatikan, Guru Ikut Serta Edukasi Masyarakat

Sebarkan artikel ini

SOLSEL, METRO
Guru sebagai tenaga pendidik, mempunyai peran penting untuk mengedukasi masyarakat agar tetap patuh menerapkan protokole kesehatan (Prokes) Covid-19, di tengah masyarakat.  Maka dalam pandemi Covid-19 ini guru harus melakukan edukasi terhadap masyarakat agar memperhatikan Prokes Covid-19.

“Guru merupakan garda terdepan dalam upaya pemutus mata rantai Covid-19 di tengah masyarakat. Sebagai tenaga pendidik mempunyai peran penting untuk mengedukasi masyarakat agar tetap patuh menerapkan protokol Covid-19 dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Solsel Jasman Rizal dalam pertemuan dengan kepala sekolah SD, SMP, SMA, dan pengawas pendidikan se kabupaten itu di Aula Sarantau Sarurambi, Selasa (6/10).

Ia mengatakan, sehubungan dengan telah di undangkan nya Perda Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) 30 September yang lalu, dan telah bisa diterapkan sanksinya bagi pelanggar perda tersebut setelah 7 hari di undangkan. Tenaga pendidik harus memberikan contoh dan teladan yang baik ditengah masyarakat, terutama dengan selalu memakai masker apabila berada di luar rumah. ”Kepala sekolah dan seluruh tenaga pendidik harus menjadi contoh pelaksanaan perda AKB ini,” ujar Jasman.

Baca Juga  Wako Hendri Septa Lepas Jenazah Azwar Siry, ”Sosok Rendah Hati dan Pengayom itu kini sudah Pergi”

Ia menambahkan, untuk memutus penyebaran Covid-19, salah satu upaya yang harus dilakukan adalah dengan melakukan tes swab kepada seluruh tenaga pendidik. Ia juga telah memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan bagaimana agar seluruh kepala sekolah dan guru-guru di Solsel harus di tes swab. Hal ini katanya, sangat efektif agar peserta didik tidak terpapar Covid-19.  “Guru-guru jangan ada lagi yang takut di swab, semakin cepat kita tahu kalau kita terpapar atau tidak, itu lebih baik,” kata Jasman

Baca Juga  Tenaga Medis di Perbatasan  Harus Ditambah

Dikatakan, kepada guru-guru ia menyampaikan tidak perlu khawatir dengan semakin meningkatnya angka pasien positif Covid-19 di Sumatera Barat, justru itu sangat baik, dengan banyaknya yang diketahui telah terpapar, maka akan cepat dilakukan isolasi sehingga potensi untuk menularkan ke orang lain semakin sedikit.  “Sekitar 90 persen, yang positif Covid-19 di Sumbar adalah orang tanpa gejala, jadi saya mengharapkan guru-guru selalu menjaga kesehatan dan selalu menerapkan protokol Covid-19 di setiap aktivitas,”pinta Jasman.

Disamping itu, ia juga mengingatkan kepada guru-guru agar berhati-hati saat membeli makanan, karena menurut data yang diterimanya sekitar 60 persen masyarakat terpapar covid-19 melalaui makanan. “Jadi ketika membeli makanan, perhatikan penjualnya, apakah mereka sudah mematuhi protokol  kesehatan Covid-19, karena dari makanan itu akan bisa terpapar,”ujarnya. (afr)