SAWAHLUNTO, METRO
Wali Kota Sawahlunto Deri Asta resmikan Rumah Setali Kobeda di Desa Talawi Hilie, Selasa (8/9) lalu. Rumah setali adalah wadah perkumpulan para mahasiswa dan pelajar di Desa Talawi Hilie. Rumah ini tengah menggerakkan berbagai program kerja untuk memberdayakan para pelajar dan generasi muda setempat.
Adanya sejumlah kendala yang dihadapi pelajar dalam mengikuti proses belajar secara daring (online) di masa pandemi Covid – 19 ini, mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Desa (Pemdes) Talawi Hilie bersama para mahasiswa di Desa tersebut.
“Sehingga kemudian Pemdes Talawi Hilie bersinergi dengan para mahasiswa itu membuat sebuah terobosan yakni memfasilitasi para pelajar di lingkungan Desa tersebut untuk mengikuti proses belajar secara daring,” ujar Deri.
Kepala Desa Talawi Hilie Ferdian Irwan, menjelaskan, bentuk fasilitasi yang dilakukan ini yaitu menyediakan ruangan dan akses internet di Kantor Desa Talawi Hilie untuk sarana para pelajar mengikuti proses belajar daring. Tak hanya itu, kemudian para mahasiswa mendampingi para pelajar SD, SLTP dan SLTA sederajat untuk memberikan bimbingan materi pelajaran maupun materi lain yang bermanfaat bagi para pelajar tersebut.
“Ini ide dan semangat serta kreatifitas dari adik – adik kita para mahasiswa di Desa Talawi Hilie ini, yang mana sekarang mereka semua sedang pulang ke rumah masing – masing karena perkuliahan tatap muka diliburkan dalam pandemi ini. Kita dari Pemdes mendukung penuh dan memfasilitasi, baik dari anggaran maupun sarana seperti ruangan dan akses internet. Untuk akses internet sebagai penunjang utama para pelajar dalam mengikuti pembelajaran daring ini, kemaren sudah kita tingkatkan dayanya,” sebut Ferdian Irwan
Walikota Sawahlunto Deri Asta yang datang mengunjungi sekaligus meresmikan Rumah Satali yang mengelola Kelompok Belajar Daring (Kobeda) tersebut, pada Selasa (8/9). Dikatakan Ketua Rumah Satali Taufiq Octatiyan, bahwa selain membimbing pelajar dalam belajar daring, beberapa program kerja lain yang sedang digarap Rumah Satali adalah ; sekolah millenial, peningkatan pakan ternak, kuy ke masjid dan lain – lain.
“Untuk sekolah millenial dan berbagai program kerja lainnya itu, kita rancang dan lakukan untuk meningkatkan skill Sumber Daya Manusia (SDM) generasi muda di Desa ini agar bisa mempunyai kemampuan – kemampuan yang mendukung dalam pembelajaran maupun dalam kehidupan sehari – hari. Contohnya public speaking, manajemen kepemimpinan, manajemen bersosialisasi, sampai pada kemampuan Microsoft Word dan Microsoft Excel,” kata Taufiq.
Melihat program Rumah Satali tersebut, menimbulkan decak kagum dan apresiasi dari Walikota Deri Asta. Disampaikan Walikota, apa yang dilakukan mahasiswa – mahasiswa di Desa Talawi Hilie itu sudah sangat membantu Pemerintah Kota Sawahlunto, sehingga Pemko pun memberikan dukungan penuh pada aktifitas positif penuh manfaat tersebut.
“Kita apresiasi, bangga dan berterimakasih sekali pada adik – adik mahasiswa di Desa Talawi Hilie yang kini terhimpun di Rumah Satali ini. Gerakan yang dilakukan ini luar biasa menginspirasi. Menolong orang tua/wali murid, menolong lingkungan dan juga menolong Pemko Sawahlunto. Anak – anak muda seperti inilah yang sangat kita butuhkan, di tangan mereka kita percaya Sawahlunto 10 tahun 20 tahun ke depan akan semakin baik,” ujar Deri. (cr2)





