SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

Waspadai Klaster Perkantoran

3
×

Waspadai Klaster Perkantoran

Sebarkan artikel ini

SAWAHLUNTO, METRO
Lagi, di Kota Sawahlunto kasus positif terpapar Covid-19 kembali terjadi penambahan sebanyak tiga orang, Rabu (9/9). Sehingga total jumlah kasus keseluruhan menjadi 42 kasus di Kota Sawahlunto. Sekretaris Satgas Sawahlunto Penanganan Covid 19 Adriyusman membenarkan, perihal tersebut kepada POSMETRO via telepon seluler, kembali terjadi penambahan kasus positif terpapar Covid-19.

“Memang ada penambahan jumlah pasien Covid -19 hari ini tiga orang. Satu klaster baru yaitu seorang ASN  atas nama NL alias OP, satu lagi MA warga Talawi Mudik Desa Tapian Nambar dan SS seorang pegawai BSM dari Muarokalaban,” jelas Adriyusman.

Baca Juga  Wabup Sijunjung Bantu ke MTsS Pondok Pesantren Riadhus Sholihin, Pesantren Masih Butuh Dana Pembangunan

Menurutnya pasien NL baru pulang perjalanan dinas dari Kota Padang, setelah melaksanakan tes swab ternyata positif dan hari ini dirujuk ke rumah sakit di Kota Padang. Sedangkan untuk MA dan SS telah dikarantina di BDTBT Sungai Durian.Hari ini kata Adriyusman, telah melakukan tracking untuk keseluruhan warga yang telah berkontak langsung dengan pasien positif Covid-19 tersebut.

Menurut Kadis Pendidikan Asril mengatakan, rencananya berdasarkan hasil rapat Forkopimda dengan Walikota Deri Asta sekolah akan dimulai hari Senin minggu depan,  tetapi kalau tidak ada penambahan Covid 19 yang berarti dalam minggu ini. “Dan juga seluruh sekolah harus mempersiapkan prasarana dan sarana yang mendukung di Era Baru,” jelas Asril, Selasa malam (8/9).

Baca Juga  Program Ketahanan Pangan, Polres dan Pemko Tanam Bibit Jagung

Dikatakan, beberapa masyarakat yang diwawancarai menyebutkan, perihal penambahan dari kasus Covid -19 hampir tiap minggunya menyatakan hal senada. Bahwa, mereka merasa jenuh dengan kondisi tersebut, tapi mereka tidak tahu harus berbuat apa untuk memperbaiki keadaan dan juga dalam hal pendidikan. Banyak para wali murid yang suda berkeluh kesal atas lamanya anak anak libur sekolah meski memakai sistem daring. Tapi menurut beberapa wali murid hal terrsebut tidak optimal seperti sistem PBM tatap muka. (cr2)