AIAPACAH, METRO
19 Kasus baru Covid-19 bertambah di Kota Padang pada Kamis (3/9). Dengan penambahan ini, total sudah ada 1.285 kasus positif Covid-19 di ibukota Sumbar ini. Sementara itu, terdapat 94 kelurahan sudah terjangkit corona.
Berdasarkan data di website dinkes.padang.go.id, penambahan 19 kasus baru tersebut berasal dari Kelurahan Jati (3 kasus), Ganting Parak Gadang (1 kasus), Ulak Karang Utara (1 kasus), Lubuk Buaya (1 kasus), Ikur Koto (1 kasus), Lubuk Minturun (1 kasus), Anduring (1 kasus), Lubuk Lintah (2 kasus), Ampang (1 kasus), Gunung Sarik (1 kasus), Parak Laweh (6 kasus).
Kemudian, ada delapan pasien yang sembuh kemarin, sehingga total ada 895 orang yang sudah sehat dari corona. Pasien yang sembuh itu berasal dari Alai Parak Kopi (1), Air Tawar Barat (1), Gurun Laweh (1), Flamboyan (2), Kapalo Koto (1), Batang Arau (1), dan Tabing Banda Gadang (1). Kemudian, total meninggal dunia tetap 37 orang.
Sementara itu, terdapat 22 kelurahan yang sudah bebas dari Covid-19 karena ada pasiennya yang sudah sembuh atau meninggal dunia. Kelurahan tersebut ialah, Jati Baru, Sawahan, Sawahan Timur, Air Tawar Timur, Lolong Belanti, Koto Pulai, Bungo Pasang, Padang Sarai, Tanjung Saba Pitameh, Banuaran, Tanah Sirah Piai, Koto Baru, Gates, Batu Gadang, Ujung Gurun, Rimbo Kaluang, Padang Pasir, Kampung Jao, Limau Manis, Seberang Palinggam, Ranah Parak Rumbio, dan Teluk Bayur.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Feri Mulyani Hamid mengimbau warga untuk waspada. Hal ini karena masyarakat merupakan garda terdepan pemutus mata rantai penyebaran Covid-19. “Tenaga kesehatan merupakan garda terbelakang, justru masyarakat yang menjadi garda terdepan pemutus mata rantainya,” tukasnya.
Menurutnya, masyarakat diharuskan mengikuti protokol kesehatan dengan benar. Jika masyarakat mampu melakukan itu semua, jumlah terpapar virus corona akan berkurang. Tenaga medis pun akan mudah bekerja. “Jika jumlah terpapar terus meningkat, tenaga medis akan kewalahan bahkan bisa tumbang. Karena jumlah tenaga medis yang terbatas,” sebutnya.
Ia mengakui, bahwa selama ini sulit untuk memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa Covid-19 merupakan virus berbahaya yang dapat mematikan. Sejumlah masyarakat bahkan ada yang menganggap enteng virus ini.
“Susah memberi pemahaman kepada sesuatu yang tak tampak (virus corona). Nanti setelah merasakan diisolasi baru tersadar, atau mendapati gejalanya. Kita tentu tak ingin masyarakat terpapar,” ungkap Feri Mulyani.
Ia mengajak warga untuk menerapkan protokol kesehatan. Mengenakan masker dengan baik, mencuci tangan, menjaga jarak, serta meningkatkan imunitas tubuh. (tin)





